Hari Sabtu yang Indah! Menurut ramalan cuaca hari ini suhu akan mencapai 25 derajat Celcius walau ketika saya keluar rumah tadi pagi untuk berolahraga, suhu masih sekitar 4 derajat. Sepertinya suasana musim semi sudah mulai terasa walau tumbuhan masih harus bekerja keras memunculkan tunas-tunas baru.
Hari yang sangat baik untuk berolahraga. Dan hari ini sudah diramaikan dengan berita bahwa musik DJ Steve Aoki yang terkenal di seluruh dunia ini akan mengiringi workout. Katanya electro dance music ini dapat memotivasi setiap orang yang mendengarnya untuk terus bergerak.
Olahraga seperti yang saya lakukan dapat saya bayangkan sebagai metafor dari kehidupan. Kita berjuang sekuat tenaga untuk sebuah tujuan yang dalam perjalanannya sering dihadapkan pada berbagai rintangan. Motivasi menjadi faktor utama yang dapat menentukan keberhasilan. Hari ini ketika berlari banyak sekali fase all out, maksudnya saat-saat ketika dituntut untuk mengerahkan seluruh tenaga untuk sekuat-kuatnya berlari. Dalam hidup kadang kita dituntut untuk mengerahkan seluruh usaha, tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan.
Kondisi seperti ini tidak akan dapat bertahan lama karena tenaga kita pada batas tertentu akan terkuras habis, Kita harus jeda sejenak untuk kembali mengumpulkan semangat, menarik napas untuk kembali berjuang menghadapi urusan berikutnya. Itu yang saya lakukan sesudah berlari all out dengan melakukan walk for recovery. Berjalan kaki santai untuk menurunkan detak jantung, mengumpulkan semangat dan mengembalikan tenaga. Tapi jangan salah, yang semacam ini jangan terlalu lama, jika kita terbuai maka akan kehilangan momentum dan akan sangat berat memulai dari awal. Ingat bersepeda atau mendayung, kayuhan pertama selalu sangat berat begitu sudah meluncur kita dapat dengan mudah memanfaatkan momentum itu untuk melakukan akselerasi.
Sambil berlari saya terus merenung. Dalam perjalanan hidup, kadang saya dituntut untuk sekuat tenaga mengusahakan sesuatu, lalu saya kehabisan napas dan istirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga dan semangat lalu kembali bergumul dengan semua urusan kehidupan. Berkali-kali dan berulang ulang, terkadang saya hanya cukup berusaha sekedarnya, ini termasuknya mudah. Itu yang saya rasakan ketika lari hanya dengan kecepatan 5 mile/jam. Lalu tantangan berikutnya datang dan saya harus berjuang sekuat tenaga hingga merasa napas hampir putus.
Ada pula saatnya kita harus menghadapi saat-saat yang paling tidak menyenangkan tapi harus dihadapi karena memang itu bagian dari tantangan hidup. Ya kita harus jalani, toh segala sesuatu akan ada akhirnya, segala sesuatu akan lewat dan kita nanti akan dapat menikmati hasilnya walau dalam perjalanannya kita tidak selalu dapat menikmatinya. Menangis dalam kesakitan merupakan bagian yang tak terhindari dalam hidup. Tapi itu merupakan bagian dari usaha kita dalam bentuk perjuangan. Hari ini saya menghadapi tantangan itu di rowing block. Saya tidak suka mendayung dan hari ini saya harus mendayung sejauh hampir mendekati 3km, besok malah target saya mencapai 4 kilometer. Hidup adalah masalah tatangan dan motivasi. Tinggal bagaimana kita dengan bijak menempatkan diri dalam kondisi dan semangat yang benar dan tepat.
Ada saat-saat dimana kita harus menerima kegagalan, kita harus mengaku kalah karena semua manusia mempunyai keterbatasan. Yang terpenting adalah kita mau menerima keterbatasan. Itu saya alami di core block. Jika hanya mampu mengangkat dumbbell seberat 20 hingga 25 lbs untuk reps di masing-masing tangan, kenapa harus memaksakan diri dengan mengangkat 30lbs? jika hanya mampu melakukan 30 detik sprinter sit up kenapa harus memaksakan 50 detik? Saya harus mengakui memiliki keterbatasan dan menerima diri apa adanya dan yang terpenting adalah terus berusaha dan belajar dari setiap kegagalan dan meningkatkan kemampuan serta tidak pernah berhenti berusaha. Katanya Thomas Edison berusaha lebih dari 10,000 kali eksperimen sebelum akhirnya beliau berhasil menciptakan sebuah terobosan yang kemudian dapat mengubah masa depan dunia.
Satu hal yang ingin saya sampaikan, Dalam berjuang secara all out, jika kita sungguh-sungguh dalam melakukannya dan ditambah dengan bumbu semangat dan positive attitude, ternyata itu dapat menjadi sangat menyenangkan, buktinya daripada mengeluh atau bersungut-sungut saya justru mampu menantang diri dan akhirnya mampu memecahkan rekor berlari dengan kecepatan 9 mph atau sekitar 14.5km/jam. Saya belum pernah berlari di treadmill secepat ini, banyak sih yang jauh lebih belia berlari hingga 11 bahkan 12 mph, tapi saya harus tahu diri dong, usia punya keterbatasan! Hahahaha
Foto: andersonethan.com