AES 207 Patience
joefelus
Thursday December 16 2021, 5:30 AM
AES 207 Patience

Beberapa hari lagi saya akan libur panjang, ambil cuti, berlibur dan tidak memikirkan pekerjaan! Tapi itu masih beberapa hari lagi, hari Jumat nanti adalah hari terakhir! Saya sudah tidak sabar!

Kesabaran saya diuji! Pekerjaan besar saya ternyata sudah selesai lebih cepat dari yang saya perkirakan, jadi sekarang kebanyakan nganggur. Untungnya tadi pagi ada acara poluck (Botram) di tempat kerja, di Bakeshop. Ini kesempatan untuk mencoba makanan dari berbagai tempat. Seseorang membawa berbagai macam keju dari Wisconsin. Wisconsin terkenal dengan kejunya, bahkan para fans sepakbola Green Bay Packers terkenal dengan topi busa-nya yang berbentuk segitiga seperti keju kuning yang penuh dengan lobang! Rekan saya ini membawa 5 macam keju, Farmers, Cheddar, Gouda, Cheese Curds dan satu lagi saya lupa. Dinikmati dengan crackers dan salami, bisa lupa dengan sekitar karena sangat enak. Ada 1 makanan yang baru pertama kali saya coba, namanya Arancini. Ini makanan khas Italia, tepatnya dari Cicilia. Kalau sekilas, kelihatan seperti kroket bulat, tapi sebesar bola tenis, bahkan sedikit lebih besar, mungkin sebesar bola softball. Berwarna golden brown, tersalut bread crumbs (tepung panir), begitu dipecahkan dengan kedua tangan, terlihat didalamnya nasi yang sudah tercampur bumbu agak kemerahan, daging cincang, sedikit wortel dan green olives. Kalau tidak kelihatan bagian dalamnya berbentuk nasi memang ini mirip dengan kroket, tapi ketika ditarik ada mulur-mulur kejunya! Rasanya? ada sedikit aroma tomat, gurih dari daging, renyah ketika menemukan wortel dan jaitun. Bagian luarnya sangat krispi lalu lembut ketika menikmati nasinya. Saya akan coba membuat sendiri di rumah suatu waktu. Sesudah boltram, saya minta ijin membawa pulang beberapa buah agar Kano dan Nina dapat mencicipi dan jika mereka suka saya akan coba buat. Ada banyak jenis makanan yang disiapkan, dari appetizer hingga dessert. Tapi buat saya highlite-nya adalah bola nasi Italia dan cheese board!

Untung saja ada banyak kegiatan hari ini, sebab sekali lagi kesabaran saya diuji karena saya ingin cepat-cepat menyelesaikan minggu ini. Saya jadi ingat salah seorang author bernama Joyce Meyer. Beliau adalah seorang pakar gerakan karismatik, mempunyai ministry di Saint Louis, Missouri. Beliau berkata:

"Patience is not simply the ability to wait - it's how we behave while we're waiting" (Joyce Meyer)

Nah perkataan ini yang melekat pada diri saya, kalau tidak salah saya menemukan perkataan ini di bulan September tahun 2018 ketika pada saat itu saya sedang menganggur dan baru saja kehilangan pekerjaan karena ijin kerja kadaluarsa. Saya pada waktu itu juga tidak sabar menunggu tetapi saya belajar sesuatu yang sangat berharga pada saat itu, yaitu kesabaran berbuah sangat manis!

Banyak ahli psikologi mengungkapkan bahwa belajar kesabaran sangat baik untuk kesehatan mental. Bayangkan di jalan raya yang macet atau bertemu dengan pengemudi yang ugal-ugalan. Jika kita tidak sabar, kita akan terbawa emosi, kita jadi marah-marah, lalu stress dan sebagainya. Dalam kemacetan kadang kala kita harus bisa menerima kenyataan, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain bersabar. Kesabaran juga sangat membantu dalam mencapai tujuan! Orang yang tidak sabar selalu ingin melihat hasil yang instan dan cenderung mengambil jalan pintas daripada membangun diri sedikit demi sedikit dan belajar sehingga mempunyai pengalaman yang baik hingga menuju puncak. Orang tidak sabar cenderung berpindah-pindah pekerjaan.

Lalu bagaimana belajar sabar? katanya ada beberapa hal yang sangat penting dalam belajar kesabaran. Pertama, mengubah pola pikir! ketidak-sabaran biasanya merupakan respons emosional terhadap situasi yang tidak diinginkan. Butuh kontrol diri untuk mengubah respons emosional yaitu dengan cara meningkatkan kesadaran dan mengatur emosi kita agar meningkatkan kemampuan mengontrol diri. Daripada marah-marah karena menunggu orang yang terlambat, mengapa kita tidak melakukan hal yang positif, membaca misalnya atau menulis sesuatu, mengatur jadwal untuk kegiatan esok hari; pokoknya sesuatu yang produktif dan positif. Kedua, mindfulness! Ini kata ajaib yang sangat ngetrend akhir-akhir ini. Mengambil napas panjang dan melakukan penyadaran diri terhadap emosi negatif akan sangat membantu kita untuk belajar kesabaran.

Nah saya mulai belajar sabar hari ini, daripada bosen dan tidak sabar menunggu waktu pulang, saya menulis esai! Hahaha***