Pernahkah anda merasa kehilangan waktu, terasa waktu lebih cepat, 1 jam dalam sehari terasa seakan 1 menit, atau menjadi lebih pendek, seakan seketika menutup mata, dan membuka mata hari sudah menjadi malam. Perasaan ini selalu mengikuti orang-orang mau pun dimana, mau pun saat momen-momen terbaik atau terburuk. Seringkali saya mengalami kejadian ini, bagiku bisa saja ini adalah sebuah kejadian yang negatif, atau kadang kala bisa menjadi suatu hal yang bermanfaat dalam suatu waktu, pernah sampai saya mencoba menerapkan konsep ini saat mengantri, atau menunggu perpindahan jam ke jam, atau saat situasi tertentu, sifat ini hanya bisa diterapkan dengan melakukan dengan aktvitas dan sikap yang tertentu, tidak mudah dilakukan dan memiliki resikonya sendiri jika tidak diterapkan di area yang tepat. Contoh lompat waktu adalah setengah melamun sambil fokus ke satu objek dan memikirkan objek tersebut, atau mengerjakan kegiatan yang memerlukan kapasitas fisik atau setidaknya jari, contohnya saat mengetik “keyboard” atau menulis,
Mempercepat waktu tidak dapat dilakukan secara harafiah, tetapi dapat diterapkan dengan sikap dan “mindset” yang tertentu, satu sikap yang saya lakukan untuk “mempercepat” waktu adalah dengan mengurangi “awareness”, kewaspadaan kepada lingkungan sekitar, mengurangi frekuensi untuk melihat jam, atau dengan mencoba menjebak pikiran dengan memori lama yang paling berkesan, contohnya dengan mengingat-ingat orang-orang yang dulu masih ada, ditambah memikirkan seakan orang-orang itu masih ada, dari itu kita akan terjebak dalam masa lalu, tetapi seketika kita mencoba keluar dari lingkungan itu, kita secara tidak langsung akan merasa seakan ada momen-momen yang terlupakan. Melupakan dan mengurangi kesadaran diri tidak selalu hal yang baik untuk dilakukan, tetapi aspek-aspek negatif ini dapat dijadikan positif jika dimanfaatkan dalam situasi tertentu dengan tepat, demikian hasil yang didapatkannya bisa berbagai macam, tidak selalu cocok dengan yang diharapkan, melainkan bisa juga menjadi “outcome” yang lebih parah dari aspek negatifnya. Intinya untuk konsep ini sendiri bisa dianggap sebagai judi, hasilnya memang membingungkan, kadang bisa berguna, kadang hanya memperparah situasi saja, konsep ini hanya bisa digunakan di waktu yang tepat dan situasi yang tepat jika aspek-aspeknya tidak saling bertabrakan.