AES040 Itu Punyaku
Sanya
Monday November 18 2024, 11:37 AM
AES040 Itu Punyaku

Seperti biasa kembali lagi pada sesi bercerita 20.000 kata sehari bersama Sei. Hari ini temanya tentang rasa memiliki. Sei anak yang lumayan protektif terhadap barang yang dia miliki. Misalnya baju, kalau dia lihat sepupunya memakai bajunya tanpa minta ijin dia akan menegur “kok pakai baju aku ga bilang dulu sih”. Kalau dia lihat ada yang makan kudapannya dia juga akan menegur. Dia tidak suka ada memakai/ mengambil barangnya tanpa ijin. Jika minta ijin akan dia beri, yang penting dia tahu, dia memberi ijin.

Kata orang dia pelit tapi menurutku tidak. Dia sedang belajar untuk mengenali barang-barang miliknya, mempertahankan apa yang menjadi miliknya.

Lucunya, saat punya adik dia mulai pelan-pelan menyerah. Tidak lagi bersikukuh kalau barangnya tidak boleh dipinjam tanpa sepengetahuan dia. Dia mulai mengerti adiknya belum bisa minta ijin. Lambat laun semakin mereka bertambah besar, dia ajarkan adiknya untuk minta ijin, “Kalau mau pinjam harus minta ijin dulu ya Nino.” Adiknya juga sekarang mengerti kalau mau ambil barang milik kakaknya harus bilang dulu tidak boleh rebut. Yey

Sei kemudian cerita sekarang di kelas sedang mengumpulkan pin. Zona kuning yang menjadi targetnya, kalau pin sudah sampai zona kuning boleh ikut outing. Besar sekali ambisinya untuk segera mencapai zona kuning. Katanya sedikit lagi dia bisa mencapainya. Pin ini didapat dari ketuntasan harian, semakin disiplin semakin banyak pin yang terkumpul. Terlihat dari ceklis rutinnya, dia semangat mengerjakan tugas harian. Bahkan kecewa kalau ada ceklis yang terlewat katanya kesempatan mendapat pin hilang. Gigih.

Katanya kalau pin ini mau bertambah harus fokus pada diri sendiri, jangan melihat berapa banyak pin teman. Fokus pada diri sendiri saja. Tapi setelahnya dia bilang kalau boleh sebenarnya aku mau memberikan sedikit pin untuk teman yang masih jauh dibawah, jumlah pinnya kurang banyak kasihan kalau tidak ikut outing.

Aku Bertanya kenapa pin yang sudah dikumpulkan susah payah mau dibagi ke temannya? Katanya nanti saat dia sudah mencapai zona kuning dan ada pin lebih akan dia berikan saja, toh dia sudah mencapai target sisanya daripada berlebih mending sisanya dibagi.

Wah jiwa empatinya sudah berkembang, saat sudah mencapai target dia tidak lupa dengan temannya yang masih berjuang mengumpulan pin. Walaupun sederhana patut diapresiasi niat baiknya. Ada bibit jiwa kepemimpinan, maju bersama tidak meninggalkan yang lain.

Mengajarkan anak untuk berbagi itu penting tapi alangkah baiknya untuk mengajarkan apa yang menjadi miliknya dulu sehingga saat mereka sudah siap untuk berbagi akan tumbuh rasa empatinya bukan rasa tidak rela atau tidak suka. Sukarela.

Menyuruh anak untuk berbagi, tanpa ada penjelasan. Pokoknya berbagi, berbagi itu baik. Apa itu baik? Abstrak sekali.

Sering kali kita suka memotong jalan, mencari jalan pintas. Berfokus pada tujuan tidak melewati prosesnya. Padahal proses menjadi hal yang penting untuk mencapai tujuan. Cerita tambahan saat menjalani prosesnya juga akan membuahkan cerita-cerita baru yang tidak kalah indah dari tujuan awalnya, yang tidak akan kita dapatkan saat memilih jalan pintas.

Outing sudah terlaksana,  capaian selanjutnya adalah zona hijau, ikut kemping. Ayo terus berusaha Sei