AES058 Bolos
Sanya
Sunday December 8 2024, 6:15 PM
AES058 Bolos

Sejak awal minggu ini kegiatanku cukup intens, walau pengangguran rasa-rasanya pekerjaan harianku malah lebih banyak daripada saat bekerja. Supaya keren, hari ini statusku akan kuubah sendiri menjadi sukarelawan. Hahahaha

Mulai senin sampai hari ini intensitas pekerjaan sukarelawan ini perlahan semakin meningkat. Layaknya tab pada bukaan window, setiap hari ada saja tab yang bertambah, awalnya masih tampak judulnya lama kelamaan ruangnya semakin menyempit hanya menyisakan simbolnya saja. Membuat kita harus membuka satu persatu tabnya untuk melihat apa isinya. Semakin ribet karena jadi melihat pekerjaan yang belum selesai, masih banyak. Menambah kecemasan.

Otak kita memang mempunyai kemampuan mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, multitasking bahasa gaulnya. Tapi ya begitu rawan menyerempet dengan ketidaktuntasan dan burnout. Sisi yang satu yakin dengan kemampuan untuk menyelesaikan semua tugas sekaligus. Sisi yang satu lagi kelimpungan dengan semua tugas yang datang bertubi-tubi.

Untuk mengatasi itu, skala prioritas dan manajemen waktu berperan besar disini. Memilah-milah urusan apa yang harus segera diselesaikan, apa yang bisa ditunda. Kalau di IGD ada yang namanya sistem triase. Mengelompokkan pasien yang datang sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Dibagi menjadi garis merah-kuning-hijau. Merah untuk urusan gawat darurat. Kuning untuk urusan gawat tetapi tidak darurat. Hijau untuk urusan tidak gawat dan tidak darurat. Sebagai nakes yang bertugas kami akan menilai cepat dan menentukan status pasien tersebut sesuai warnanya. Berapa banyak dan panjangnya antrean, pasien warna merah akan jadi prioritas utama untuk diselamatkan.

Nah berkat pengalaman pengaturan sistem warna tersebut akhirnya urusan 'merah' ku selesai kemarin. Urusan kuning dapat kukerjakan mulai senin besok dan urusan hijau akan kukerjakan saat santai.

Tapi kemarin aku memutuskan rehat sejenak, bolos. Puasa gawai sehari. Mengistirahatkan mata dari layar 14 inch ini. Meninggalkan dunia digital sesaat, kembali kepada tempat tinggalku, duniaku yang sesungguhnya.

You May Also Like