Day 11, 15 Mei
Hari ke-11 dimulai seperti biasa dengan rutinitas pagi kami. Karena agenda hari ini lumayan minim dan siangnya berujung gabut, kami akhirnya memutuskan untuk jalan kaki tanpa tujuan pasti, alias sekadar eksplorasi lingkungan sekitar. Pada akhirnya langkah kaki membawa kami sampai ke area kali, jujur aku sudah lupa apa nama kali itu. Arus kalinya tergolong sedang bukan yang tenang juga, tapi tidak sampai deras yang bisa menghanyutkan orang. Perjalanan menuju ke kali ini seru sekali, karena kami harus melewati hamparan sawah dan kebun kelapa yang kemarin sempat ditunjukkan oleh Pak Sam. Dari sana, kami jalan lurus lagi melintasi satu kebun jagung sebelum akhirnya jalurnya turun ke bawah menuju area kali. Sayangnya, di bagian pinggiran kali ada area yang agak kotor karena genangan air limbah. Biar tetap aman dan bersih, kami menyiasatinya dengan berjalan melipir di atas deretan batu-batu besar. Setelah puas foto-foto dan mengabadikan momen berkesan di sana, kami pun memutuskan untuk kembali.
Sore menjelang malam, agenda kami berlanjut dengan membantu warga yang sedang sibuk mempersiapkan gelaran pasar papringan. Karena ada dua rumah warga yang memerlukan bantuan, kelompok kami pun dibagi menjadi dua tim. Tim 1 yang isinya Seline, Tata, dan Vania bertugas ke rumah Bu Ella untuk membantu mengurus pring. Bu Ella sendiri adalah penanggung jawab bagian keuangan di papringan, dan buat yang belum tahu, pring ini adalah kepingan bambu yang berfungsi sebagai alat transaksi di pasar nanti mirip seperti sistem koin di floating market. Sementara itu, tim 2 yang terdiri dari Dea, Ara, dan Farzan meluncur ke rumah Pak Endro untuk membantu menusuk sate yang akan dijual.
kami yang ke rumah Bu Ella dijadwalkan berkumpul setelah jam salat isya. begitu sampai di rumah bu ella, kami berkenalan dengan beberapa kakak mahasiswa yang juga ikut membantu di sana. ada tiga anak umn, kak kael, kak hansen, dan kak toya, serta satu anak kuliahan dari kampus lain bernama kak tata. seru sekali ternyata kami bisa mengobrol dan bekerja dengan mereka. Kira-kira jam setengah sembilan malam, kami memutuskan untuk pamit pulang duluan karena agenda warga biasanya masih terus berlanjut sampai tengah malam. hari ke-11 ini pun ditutup dengan rasa penasaran yang besar sekaligus tidak sabar menanti gelaran utama pasar papringan dua hari lagi.