Kemarin Senin (13 Februari) setelah kegiatan di SMIPA selesai. Aku pergi ke satu pameran seni yang berada di Baksil, tempatnya bernama Sanggar Olah Seni, jln Siliwangi, Dago. Pameran ini menunjukkan karya-karya dari berbagai orang yang menggambar karakter mereka yang terinspirasi dari anime, secara digital. Aku dapat info ini dari teman ortu, yang ternyata salah satu karyanya dipamerkan disitu. Aku juga sempat melihat-lihat lagi info pameran itu di akun sosial media Sanggar Olah Sendiri itu sendiri. Pameran ini sudah mulai dari 2 Februari dan akan berakhir nanti tanggal 15 Februari. Jam buka Senin-Jumat dari 12:00 WIB sampai 19:00 WIB, sedangkan Sabtu-Minggu buka jam 08:00 WIB sampai 19:00 WIB. Setelah selesai melihat-lihat info pameran, aku langsung membayangkan tempat pamerannya akan besar dan banyak sekali karya-karya yang ada disana.
Aku kesana ditemani ortu, aku masih belum berani sendiri ke pameran-pameran seni ini, karena ini baru kedua kalinya aku mengunjungi pameran seni. Sesampainya disana, aku bengong. Ternyata tempat pamerannya kecil, dan karyanya tidak sebanyak yang aku bayangkan. Dan juga aku kira banyak orang yang menjaga disana untuk menemani pengunjung, tapi ternyata tidak ada. Tapi saat aku masuk, tiba-tiba muncul seorang laki-laki, rambutnya berwarna pirang, dan juga sedang merokok menghampiri aku. Aku kaget tiba-tiba dia nanya nama dan berbicara campur-campur Inggris. Dan aku dikira mahasiswi dari Binus, yang ternyata beberapa karya dari mahasiswa-mahasiswi Binus. Kami saling berkenalan, ternyata nama orang itu Fey. Dia yang menjaga pameran ini untuk sementara. Dia sangat ramah dan banyak membahas berbagai film dan seris anime yang pernah dia nonton. Dan dia sendiri mengaku bahwa dia adalah Wibu. Aku pun tidak terlalu ngerti apa yang dia bicarakan, karena aku tidak terlalu tertarik dengan anime. Tujuan aku untuk datang ke pameran ini hanya untuk melihat karya-karya orang lain, dari ciri khas karyanya, pemilihan warna, dll. Tapi pada akhirnya aku malah diajak untuk ke beberapa seniman lukis yang berada di sebelah gedung kecil pameran itu. Setelah aku ditanya "Kamu suka lukis ya?" oleh kak Fey. Kukira itu hanya pertanyaan iseng saja, eh kok malah jadi diajak seniman-seniman lukis disana yak?
Aku jadi bingung dan panik sedikit, karena ini berbeda dengan tujuan utama aku ke tempat itu. Untungnya aku bersama ortu, jadi aku ditemani kesana kemari. Kak Fey mengajak aku bertemu dengan salah satu seniman lukis disana, yaitu Pa Senno. Dia melukis menggunakan cat akrilik, dan aku juga melihat beberapa karyanya yang indah. Dia juga melukis corak batik dengan rapih dan cantik. Saat mengamati karya Pa Senno, tiba-tiba kak Fey meninggalkan kita dulu untuk mengambil barang, katanya. Karena dia pergi sementara, aku ijin dulu ke pa Senno untuk kembali ke gedung kecil pamerannya dulu. Disitu aku jadi lebih tenang untuk melihat karya disana. Karya-karyanya sangat cantik dan bagus, mirip sekali dengan film-film dan seris anime yang pernah kuliat sepintas di sosial media. Ada juga yang membuka komisi, aku tertarik untuk mencoba beli komisi itu. Dan sampai sekarang aku sedang menunggu hasil gambarnya, aku hanya memberi gambar karakter yang aku ingin digambarkan oleh dia. Kembali lagi ke pameran. Ditengah-tengah sedang mengamati karya, tiba-tiba salah satu temannya Pa Senno menghampiri kami, dan berkata Pa Senno mau ngobrol. Kebetulan aku sudah merasa cukup melihat karya-karya, dan juga mau pulang sesudahnya.
Lalu kami menghampiri Pa Senno, lalu duduk di area lukisnya dia. Awal percakapan dimulai dengan Pa Senno seperti ini, "Punten nya, dia teh lagi rada pusing" yang ternyata itu membahas kak Fey. Aku tidak memberikan reaksi apa-apa, tapi di dalam hati aku berkata "WALAH, pwantesan agak beda gitu cara bicaranya". Kukira dia banyak bicara karena mungkin gayanya seniman begitu, oh ternyata begitu. Ya sudahlah biarin aja. Secara singkat, kami membicarakan tentang lukis dengan Pa Senno. Saat percakapan kita sudah mau selesai, kak Fey muncul lagi sambil membawa barang-barang dia. Dan memberikan kartu nama dia ke aku, dia bilang "Kalo mau ada acara disini, kontak we ke saya". Aku bilang "Ok" aja, dan langsung berpamitan dengan mereka, dan kabur pulang (OAWKAOWK).
😲