AES 1408 Missing You
joefelus
Sunday May 18 2025, 9:18 AM
AES 1408 Missing You

Kesibukan hari ini berakhir menjelang saat makan malam. Saya berdiri melamun sambil mencuci beberapa buah kontainer plastik yang entah sudah berumur berapa tahun. Sore tadi memang Nina dan saya sibuk memilah-milah kontainer dari doos-doos besar yang sudah sekian lama memenuhi gudang. Kami memilih mana yang ingin disimpan dan mana yang akan kami sumbangkan atau buang. Itu adalah tugas terakhir hari ini. Sejak pagi memang saya sangat sibuk, dimulai dengan lagi-lagi naik ke atap karena urusan photocell belum juga selesai. Saya akhirnya memutuskan merangkainya di bawah, lalu tinggal naik ke atap menyambungkan pada aliran listrik dan ke lampu penerangan jalan dan depan garasi. Entah mengapa saya tidak memikirkan ini sebelumnya, jika saja minggu lalu saya memiliki ide ini, maka saya tidak akan terkena heatstroke hahaha.. Eniwei, pekerjaan selesai kurang dari setengah jam. Saya hanya perlu membuka beberapa genting, lalu menyambungkan ke aliran listrik dan lampu, sementara photocell saya sekrup di salah satu dinding. Lubangnya sudah siap sejak minggu lalu. Jadi selesai hanya dalam hitungan menit.

Kegiatan kedua saya adalah mengecat dinding halaman. Nah ini yang perlu hati-hati sebab matahari sudah mulai naik ketika saya mulai, sehingga saya melakukannya dengan perlahan-lahan, banyak jeda untuk menghindari tubuh terbakar matahari. Tengah hari sebagian hampir selesai, lalu diselingi makan siang dan saya lanjutkan pekerjaan itu hingga saya rasa cukup untuk hari ini. Sore hari saya isi dengan memilah kontainer.

Ada beberapa tupperware yang saya ingat sudah menemani kami bertiga sekian lama. Dulu kami sering menggunakannya untuk membawa bekal makanan Kano ketika sekolah. Ada tupperware kecil yang biasa untuk membawa buah-buahan. Kano mulai bersekolah sebelum berusia 2 tahun, ada kelompok bermain Gymboree namanya. Kami selalu naik bus kota ke sana, kemudian salah satu dari kami, secara bergantian Nina atau saya menemani Kano bermain dengan teman-temannya. Seusai "sekolah" kami membuka bekal, kontainer kecil itu selalu kami isi dengan jeruk mandarin yang sudah dikupas. Kano suka sekali. Setelah itu kami pergi makan siang di sebuah restoran dekat situ. Terakhir kami ke Honolulu, restoran itu masih ada dan akhirnya sesudah 26 tahun beroperasi, tahun kemarin restoran itu tutup. Dulu Kano selalu disambut oleh pramusaji favoritnya dengan sebuah balon berwarna oranye. Kano senang makan french fries di sana, dia selalu minta kentang goreng itu, wortel dan bayam.

Saya mencuci kontainer kecil itu sambil terus melamun. Banyak peristiwa yang kami alami berkaitan dengan benda-benda kecil itu. Ada tupperware lain yang selalu kami bawa setiap pagi untuk temat sarapan Kano ketika kami mengemudi pagi sekali ke Smipa. Tiap hari Kano suka makan roti dengan selai nanas. Kakak di Smipa sampai heran kenapa Kano selalu makan sarapan yang sama selama bertahun-tahun. Saya juga heran, tapi itu yang dia minta. Sekarang kontainer itu ada dalam genggaman di tangan kiri sementara tangan kanan saya memegang sponge yang bersabun. Saya menghela napas panjang, antara pikiran nostalgik, perasaan kangen dan merasa sepi karena saat ini dia pasti sedang tidur karena masih gelap dan matahari belum terbit di sana, apalagi dia sedang libur akhir pekan jadi pasti baru bangun siang hari. Saya memandang sekeliling rumah dan terasa sangat sepi. Rumah ini dulu biasanya ramai dan berantakan. Hotwheels ada dimana-mana, tracknya dipasang dari ujung ke ujung di ruang tengah, kereta Thomas juga tidak kalah, bersaing dengan mobil-mobi tomica dan lego serta robot-robot yang harus dirangkai, belum lagi doos dan karton bekas untuk dia berkarya membuat segala hal, juga kertas buram yang penuh dengan gambar serta coretan-coretan. Kano senang menggambar sejak dia mulai bisa memegang crayon maupun pensil, hingga sekarang. Di tempat kerja dia sangat sering menggambar untuk ilustrasi pekerjaan dan catatan-catatan yang biasa dia tinggalkan untuk crew pagi hari agar mereka dapat melanjutkan mempersiapkan bahan baku dan masakan yang belum selesai digarap.

Tanpa terasa mata saya mulai basah. Waktu begitu cepat bergulir, dari satu peristiwa ke peristiwa lain, benak saya seolah-olah memainkan kembali berbagai fragmen yang saya kenal dengan sangat baik. Anak kecil yang sangat bawel mengenakan onesies putih bergaris hitam seperti gerombolan siberat (Beagel boys) dalam komik Walt Disney berjalan setengah berlari dengan cara yang khas, saya ikuti dari belakang sambil menirukan cara dia berjalan diiringi tawa Nina yang mengabadikannya dalam video.

Saya terus sibuk mencuci sambil terus mengenang masa lalu, Nina yang sedang sibuk bekerja memutar lagu-lagu klasik. Dentingan piano memainkan Passacaglia, membuat lamunan saya semakin dalam. Sepi sekali hidup saya tanpa kehadiran si rascal ini. Jaman dia remaja saya sering berdebat dengan dia bahkan hingga dorong-dorongan. Masa-masa yang sulit saya rasakan, tapi saat ini terasa begitu manis, apalagi suatu ketika dia berubah dengan sangat drastis menjadi seorang anak muda yang manis, penuh tanggungjawab dan mulai tahu jalan apa yang ingin dia tempuh. Dia telah mengisi hidup saya dengan sangat luar biasa, dan saat ini saya sedang merindukannya.

Photo credit: foundationfather.com