AES 1249 Memilih
joefelus
Wednesday November 20 2024, 8:07 AM
AES 1249 Memilih

Salah satu kendala terbesar dalam proses menulis adalah menemukan ide. Ini terjadi pada diri saya terus menerus. Pertanyaan tentang  apa yang akan saya tulis hari ini selalu dialami setiap hari, kadang mudah dijawab tapi seringkali sulit. Seperti yang terjadi hari ini.

Yang lucu, berdasarkan beberapa penelitian yang saya baca, walau hasilnya berbeda beda, manusia berpikir ribuan hal dalam satu hari. National Science Foundation menerbitkan sebuah artikel yang menyimpulkan penelitian tentang pikiran manusia setiap hari. Artikel tersebut menyatakan bahwa rata-rata setiap orang melakukan 12,000 hingga 60,000  pikiran setiap hari. 80% dari pikiran-pikiran itu adalah hal yang negatif dan 95% dari pikiran-pirian itu merupakan pengulangan dari hari sebelumnya.

Saya tidak tahu apakah penelitian itu akurat, sebab saya juga membaca artikel lain yang menyatakan bahwa manusia melakukan sekitar 6000 pikiran setiap hari. Bedanya jauh dengan penelitian oleh National Science Foundation. Tapi dari beberapa artikel yang saya baca, saya berkesimpulan bahwa manusia memikirkan ribuan hal setiap hari. Nah kalau sudah begitu, mengapa kita sulit memilih 1 dari ribuan pikiran itu untuk kita obrolkan, untuk kita tuliskan? Aneh bukan?

Ada beberapa pendapat. Seperti misalnya dalam percakapan sehari-hari, kita mungkin lebih mudah memilih topik obrolan, misalnya cuaca. Kita bisa menghabiskan 1 jam ngobrol tentang hujan lebat akhir-akhir ini, pohon tumbang yang diakibatkannya di Cimahi, misalnya. Atau banjir yang melanda berbagai tempat di Bandung, atau bagaimana pulang naik sepeda motor ke rumah menembus hujan, sementara rumahnya ada di Padalarang. Saya bersama para tukang bisa ngobrol soal ini berlama-lama. Seru karena diselingi berbagai seloroh saling mengejek antar sesama tukang karena kebetulan yang bekerja mengecat rumah datang dari daerah yang sama. Ramai pokoknya, mereka berseloroh saling mengejek dan bercanda sambil nyeruput kopi dan merokok.

Nah kenapa jika menulis sulit sekali? Saya pikir salah satunya karena kita ingin hasil tulisan kita menarik. Dalam obrolan ada komunikasi banyak arah, seperti tukang yang saling mengejek, menyeletuk mengomentari cerita temannya, tapi dalam menulis kita hanya satu arah dan penulis mengontrol semua alur cerita dan tulisannya tanpa ada respon dari orang lain. Terdengar membosankan, bukan? Itu salah satu kendalanya. Untuk membuat tulisan kita menarik tidak mudah, apalagi topiknya yang membosankan, misalnya. Nah, itu salah satu sebab mengapa kita kesulitan memilih topik walaupun di kepala kita ada ribuan hal yang bisa diungkapkan, tapi untuk mengembangkannya butuh ide dan kreativitas. 

Memilih itu bukan pekerjaan yang mudah. Saya akan ambil sebuah ilustrasi seru. Indonesia memiliki lebih dari 270 juta penduduk tapi sangat kesulitan memilih 11 pemain sepak bola yang mampu bersaing dengan negara lain. Mengapa? Alasannya tentu banyak sekali, mulai dari tidak adanya kompetisi yang cukup untuk menyaring. Berbeda dengan Amerika yang mencari bibit-bibit pemain yang baik dari sekolah. Universitas memberikan beasiswa kepada para calon mahasiswa yang di SMA memiliki prestasi baik dalam olah raga. Mereka ditawari pendidikan gratis. Untuk universitas ini investasi menguntungkan karena memberi pendidikan gratis pada ratusan mahasiswa tidak seberapa dibanding jutaan Dollar yang mereka hasilkan dari program olahraga mereka. Mereka dapat revenue dari Iklan, dari TV, dari tiket yang dijual, merchandise, dan sebagainya. Ini bisnis luar biasa! Lalu klab olahraga profesional memilih dari universitas ketika mahasiswa itu lulus dan tidak dapat bermain lagi di level universitas. Team nasional ada yang memilih dari klab profesional, tapi juga ada yang memilih langsung dari universitas. Jadi memang semuanya berjenjang disiapkan dari anak-anak kecil hingga menjadi profesional. Nah itu contoh Negara lain. Belanda juga sama, lihat saja mereka hanya memiliki 18 juta penduduk, mereka dapat memilih 11 orang yang dapat bersaing di kancah Internasional dan merupakan salah satu negara ternama dalam persepakbolaan, Indonesia yang jumlah penduduknya berkali-kali lipat melempem kalaupun sekarang mulai terlihat taringnya karena banyak "mencuri" pemain dari negara lain dengan dalih naturalisasi hahahaha.. Itu memang jalan pintas yang jitu, karena memperbaiki system sama saja dengan merombak segala sesuatu dan butuh puluhan tahun untuk mulai terlihat hasilnya. Nah pengambil keputusan tidak mau menunggu karena mereka nanti tidak terlihat berprestasi, jadi ya ambil jalan pintas! 

Nah kembali ke topik kita tentang memilih. Kalau memilih 11 dari ratusan juta saja sulit, maka logikanya wajar saja jika kita sulit memilih 1 dari puluhan ribu, bukan? Hahaha.. Saya memang berusaha berkelit dan mencari-cari alasan. Salah satu faktor yang menjadi kendala saya adalah segi ketertarikan saya pada hal-hal tertentu. Kalau topiknya tidak menarik walau sempat terpikir, ya pasti tidak akan dipilih. Yang berikutnya adalah masalah kemampuan. Kalau saya tidak tahu menahu tentang ilmu kedokteran, tentang penyakit, walau saya tertarik membahas, tentu saya tidak akan gegabah memilihnya. Saya banyak berkecimpung dalam bidang makanan, cara mengolahnya dan ada sedikit pengetahuan tentang nutrisi serta topik alergi terhadap makanan, tapi tentu saja saya tidak bisa terus-terusan membahas itu, saya juga tentunya bosan. Ya memang menulis itu gampang-gampang sulit, yang bagi saya lebih sulit lagi adalah memilih topik. Oleh sebab itu kesulitan memilih topik jadi bahan obrolan saya hari ini hahaha...

Foto credit: linkedin.com