AES 963 Thinking Too Much
joefelus
Friday January 12 2024, 11:35 AM
AES 963 Thinking Too Much

"Sometimes you have to stop thinking so much and just let things go. Have faith and it will work out."

Entah siapa yang menulis kutipan di atas, saya berusaha mencari sumbernya, tapi tidak ketemu. Kutipan di atas tiba-tiba muncul pagi ini, saya juga lupa di mana menemukannya, tapi yang jelas ini seperti semacam pengingat karena saya memang punya kecenderungan begitu, apalagi sejak kemarin ketika harapan saya sepertinya akan pupus.

Dari tulisan-tulisan saya selama ini, mungkin dapat disimpulkan bahwa saya memang tukang mikir, senang melamun dan mengikuti jalan pikiran kemana-mana. Itu kegiatan saya hampir setiap pagi ketika berjalan kaki menuju kantor untuk bekerja. Beberapa hari yang lalu bahkan saya juga menulis bahwa kecenderungan manusia terfokus lebih banyak pada hal-hal negatif, yang disebut dengan negative bias. Saya juga berkata bahwa banyak mengetahui, tapi jarang melaksanakan.

Kita memang cenderung banyak berpikir, begitu mengkhawatirkan banyak hal. Mungkin benar seperti kutipan di atas, kita harus berhenti terus menerus mengkhawatirkan banyak hal yang belum tentu terjadi. Biarkan saja, dan yakin, maka segala sesuatu akan berbuah baik. Seandainya saja bisa melakukan hal seperti itu dengan mudah, kenyataannya tidak begitu. Manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari berbagai hal. Untuk melindungi diri dari rasa kecewa, maka kita seringkali menyiapkan diri untuk menerima hal yang terburuk, risikonya adalah memupuk kekhawatiran. Kita berusaha "tidak" terlalu yakin, karena jika terlalu yakin lalu pada akhirnya tidak berhasil, maka kekecewaaan yang luar biasa yang akan kita hadapi dan itu merupakan hal yang tidak mudah. Karena membayangkan risiko semacam itu, maka kita tanpa sadar mengurangi rasa yakin, mempertebal kekhawatiran dan membentuk mekanisme untuk mempertahankan diri agar mengantisipasi berbagai bentuk kekecewaan. "Jangan terlalu berharap, nanti kecewa!" Bukankan itu nasihat yang sering kita dengar?

Saya tidak pernah belajar psikologi secara intensif dan serius. Dulu waktu kuliah seingat saya hanya 2 semester, itu pun hanya berkaitan dengan psikologi perkembangan dan psikologi pendidikan. Hanya sekilas dan kulitnya saja. Yang saya ungkapkan di atas hanyalah hasil refleksi dari pengalaman dan hasil mereka-reka yang kemungkinan sangat jauh dari kebenaran teoritis dalam psikologi, jadi anggap saja itu hanya pendapat saya sebagai orang awam.

Teman-teman beberapa hari terakhir sering menghibur. "Don't worry, Jo. You'll be fine!" atau ada yang bilang,"You'll get it, Jo. I am sure of it." Dan ungkapan-ungkapan positif lainnya. Saya akui bahwa ucapan tean-teman ini sangat menyejukkan. Seperti air segar ketika kita sedang kehausan. Saya merasa tenang dan berpikir, "Oh kalau teman-teman berkata demikian, harusnya saya tidak perlu khawatir." Tapi apakah kenyataannya begitu? Bahwa saya tidak perlu khawatir? Tidak juga! Itu seringkali hanya sebagai ucapan simpati, ucapan hiburan agar sebagai teman, yang diberi ucapan itu bisa sedikit terhibur. Jangan salah, ada juga yang mengucapkan itu sebagai bentuk basa-basi. Ada yang berucap demikian agar yang bersangkutan berhenti mengeluh dan mengganti topik pembicaraan. Itu benar, memang begitu. Saya juga kadang melakukannya jika berada di posisi begitu dalam menghibur orang lain.

Terlalu banyak berpikir memang tidak akan menghasilkan apa-apa. Sesuatu yang sudah lewat tidak mungkin dapat diubah lagi. Yang paling logis memang harus pasrah saja, membiarkan semesta mengaturnya. Let it be! Sudah tidak ada lagi yang dapat saya lakukan. Apakah mudah? Tidak! Yang pasti harus terus berusaha karena kalau kita terus menerus terbawa arus pikiran dan kekhawatiran maka kita hanya membuang-buang waktu, menyia-nyiakan banyak hal yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk melakukan hal-hal yang jauh lebih penting dan jauh lebih berguna.

Foto credit: clearbrookinc.com