AES 734 Pekerjaan
joefelus
Sunday May 28 2023, 10:08 AM
AES 734 Pekerjaan

Hari ini sebetulnya saya ingin libur menulis. Sudah beberapa hari ini esai saya agak kacau dan tidak beraturan isinya.Hanya saja, ketika mulai berpikir saya khawatir jika ompong sekali lalu akan menjadi terbiasa lalu ompongnya banyak dan akhirnya terhenti. Nah ini merupakan hal yang sama sekali tidak saya inginkan.

Pagi ini tiba-tiba Kano mengajak saya makan bagel karena ternyata salah seorang sahabatnya bekerja di sana. Disebrang kedai bagel itu juga ada sahabat Kano lainnya yang bekerja, ini beda lagi kedai teh boba. Ciri khas anak-anak Amerika, ketika sudah duduk di SMA dan menjelang lulus, biasa mereka di musim panas mulai bekerja. Sudah menjadi kebiasaan di sini seperti itu. Kano juga sudah mulai bekerja sejak tahun lalu ketika dia lulus SMA lebih awal dari teman-temannya yang baru lulus minggu lalu. 

Memperhatikan anak-anak seusia mereka memang menarik sekali. Sejak menjelang akhir pendidikan menengah mereka mulai memikirkan karir. Mulai bekerja di kedai-kedai makanan, ada yang menjadi tukang cuci piring, pembuat makanan seperti Kano di toko hamburger tahun lalu, ada yang bekerja di kedai kopi atau teh dan bahkan ada juga yang bekerja di konstruksi bangunan. Di Indonesia disebutnya kuli bangunan, sangat meremehkan dan merendahkan seolah-olah pekerjaan ada tingkatnya, ada kastanya, sementara di sini orang tidak melihat pekerjaan dari tingkatan melainkan dari jumlah penghasilan.

Ada teman saya yang pernah menjadi student manager di dining hall selama dia menjadi mahasiswa di sini. Sesudah lulus dia masih bekerja di dining hall tapi sebagai material handler. Tugas material handler adalah mengurus barang-barang yang masuk, mengatur gudang, bahan makanan dan sebagainya atau kalau di Indonesia bagian gudang atau logistik. Jangan anggap remeh, gaji orang-orang yang mengurus pergudangan itu tinggi, lebih dari 40 ribu per tahun. Nah bayangkan, kalau di Indonesia apakah ada yang mau bekerja begitu ketika sudah sarjana? Banyak gengsinya dalam memilih pekerjaan, bukan? Ya begitulah. Nah teman saya ini bekerja hanya beberapa bulan, lalu keluar dan sekarang dia menjadi sopir truk sampah karena gajinya bisa hampir 2 kali lipat dari gaji sebagai orang gudang! Sarjana loh! Tidak ada gengsi di sini!

Saya ingat jaman masih kuliah dulu ada teman saya yang bekerja di kedai hamburger di Bandung. Janjinya dia nanti akan disekolahkan di Amerika karena nanti akan dipromosikan sebagai manager. Dia tidak tahan lama karena di awal dia harus mulai dengan pekerjaan yang paling bawah karena harus mengetahui segala bentuk operasi restoran. Dia harus ngepel dan membersihkan meja. Sayangnya ketika melakukan itu dia bertemu dengan teman-teman masa kuliahnya. Besoknya dia berhenti kerja karena malu! Entah dia sekarang jadi apa. Ya begiutlah jika pekerjaan dilihat seperti ada tingkatannya, ada kasta nya. Yang rendah itu memalukan. Repot kalau begitu. 

Foto credit: admissions.colostate.edu