Menjadi orangtua ga ada sekolahnya.. kebanyakan dari kita belajar sambil menjalani. Ada yang rajin mencari tahu lewat buku, bertanya, berbagi suka, duka, kekhawatiran atau ketidaktahuan pada teman, saudara atau orang yang dianggap sudah berpengalaman.
Di Smipa ada beberapa forum yang ditujukan untuk orangtua belajar bersama. Kadang kami mengangkat topik yang lugas, membahas tentang parenting, bagaimana mendampingi anak sesuai jenjang usianya. Tak jarang kami mengambil sedikit jalan memutar, belajar untuk diri sendiri dulu, karena niscaya pada gilirannya akan berdampak baik untuk anak. Seperti pada POT kemarin. Topiknya mungkin terasa luas, "Merayakan Hidup Berkesadaran". Dibawakan oleh Mba Atiit, Sustainable Living Practitioner & Content Creator. Nara sumber dari luar lingkar Smipa, yang sudah cukup lama berupaya menjalani pola hidup mindful and conscious sebagai individu, dan beberapa tahun terakhir ini sebagai orangtua, ibu dari seorang anak yang masih balita. Mba Atiit sepertinya tidak secara khusus belajar untuk jadi orangtua yang baik. Namun pola hidup dan sistem yang ia bangun, pilihan sikap yang ia ambil, nilai² kebaikan yang ia pegang dan hidupi, secara langsung dan tidak langsung menjadi paparan dan teladan bagi anaknya. Hal ini pastinya berpengaruh ketika ia menjalankan peran sebagai orangtua. Sangat menyenangkan melihat orangtua muda yang memiliki prinsip dan pandangan yang demikian ajeg. Mba Atiit bercerita tentang makna dan kemewahan dari 'rasa cukup', tentang mindset realistis vs idealis, tentang sistem di rumah tangganya yang melibatkan anak, dan banyak lagi pengalaman menarik yang ia sampaikan. Secara halus dan asyik, dari talk show kemarin tertangkap pula pesan² jitu dalam parenting. Mudah²an keduanya tersampaikan, bahwa mengurangi dan memilah sampah, menghilangkan sampah organik, dengan krisis iklim yang sedang berlangsung menjadi hal genting, memang perlu diupayakan semaksimal mungkin oleh sebanyak mungkin individu. Dan ketika kesadaran hadir, pada prosesnya kita menanam dan menumbuhkan banyak hal pada anak² kita.
Hal lain yang membuat kami sangat bersyukur adalah keterlibatan wakil dari jajaran orangtua dan siswa Smipa sendiri. Bu Lei, Bu Gamma dan Kiran yang hadir dengan sungguh all out. Kalian keren banget! Meski ngakunya deg²an, nyatanya suasana yang terbangun sungguh natural, rileks dan mengalir apik. Sesuatu yang pastinya sulit tercapai bila tidak membadani topik pembicaraan. Hatur nuhun pisan atas kesediaan untuk terlibat Bu @Lei, Bu @gamma dan @Kirana Kasih
Terima kasih juga untuk tim kecil POT dan kakak² Smipa. Mudah²an semua yang hadir dan mengikuti utuh mendapat sesuatu. Gerak sekecil apapun niscaya berdampak, karena segala sesuatu saling terhubung.