AES 1523 Mind, Body, And Soul
joefelus
Friday November 14 2025, 4:54 PM
AES 1523 Mind, Body, And Soul

"I want to go." Katanya.

"You may. And I will let you, but not like this. I want you to be healthy, happy, and enjoy your time as much as you can before you go in your sleep." Kata saya sambil menahan desakan emosi dari dalam dada. Dia mengangguk setuju, seberkas senyuman tersungging di bibir nya.

Dokter baru saja pergi. Seorang dokter muda yang sangat ramah dan baik hati. Kami asyik ngobrol selama 2 jam sambil menunggu setiap tetes cairan dari sebuah labu memasuki tubuh ayah saya.

"Kakek, senyum dong." Kata dokter

Ayah saya melebarkan bibirnya, terlihat gigi-giginya yang tidak lengkap. Lebih tepat meringis daripada tersenyum. Membuat saya tertawa. Walaupun keriput dan saat ini tak berdaya. Yang saya lihat dari dirinya bukan kerapuhan, tapi gurat-gurat yang ditinggalkan karena ribuan pengalaman hidup yang sangat luar biasa. Jika saya membandingkan dengan diri saya sekarang, beliau menurut saya 1000 kali jauh lebih tegar, jauh lebih kuat, jauh lebih luar biasa. Saya tidak ada apa-apanya. Seperti membandingkan seekor semut dan harimau. Itu yang saya lihat, bukan meringis lucu, tapi senyuman kejayaan walau dalam selaput yang mulai pudar.

Kemarin adalah hari ulang tahun ayah saya. Beliau sekarang berusia 90 tahun. Konon tanggal 13 itu dianggap tanggal yang buruk, saya tidak mengerti mengapa sebab kalau mengingat cerita tentang penciptaan, Tuhan tidak pernah mengatakan kata buruk sama sekali, bahkan di kitab suci diakhir setiap penciptaan dikatakan "God saw that it was good." Entah berapa kali dalam kitab Genesis. Eniwei, saya tidak sedang membahas kitab suci, melainkan tanggal 13. Karena dianggap tanggal buruk, akte kelahiran ayah saya diubah menjadi tanggal 14, walau sebenarnya lahir pada tanggal 13.

90 tahun adalah usia yang panjang. Waktu dapat menjadi sahabat tapi tidak jarang menjadi musuh. Buat ayah saya saat ini saya menduga-duga bahwa waktu baginya adalah enemy. Baginya mungkin waktu hanyalah siksaan karena his body, mind and soul over time start fading away. Matanya yang dulu jernih sering membuat orang lain gentar gemetar, sekarang tersalut lapisan putih. Kulitnya yang dulu kencang bahkan ketika terbakar matahari seolah-olah harimau garang nan jantan, sekarang terlihat kendur bergurat-gurat. His body slowly but steadily starts leaving him.

Berulang kali saya katakan. Tidak apa jika beliau ingin pergi tapi saya ingin melihatnya pergi dalam sebuah senyuman bukan kesakitan. Ketika mengatakan itu padanya saya sedikit membuang muka, tidak ingin beliau melihat rasa sedih yang saya simpan dalam-dalam. Saya ingin beliau siap secara lahir dan batin. Tubuh, pikiran dan jiwanya dalam keadaan baik ketika melangkah pergi. Itu yang saya inginkan.

Saya sebenarnya ingin menulis banyak. Tapi sepertinya akan lebih baik jika saya tulis dalam hati, karena ini adalah semacam epiphany. Sebuah pelajaran tentang hidup, sebuah pelajaran tentang body, mind and soul yang tidak akan pernah dapat saya peroleh dari buku, tapi harus benar-benar dialami sendiri. Yang saya perlukan sekarang adalah bagaimana menghadapinya. Bagaimana saya dapat bersama-sama melalui proses keajaiban kehidupan ini secara benar. Saya ketik sebuah kalimat dimesin pencari, hanya sekedar mencari sedikit masukan dari mereka yang pernah mengalami. Alas! Ini yang saya dapat:

It appears you are going through a difficult time and experiencing significant pain. If you are having thoughts of wanting to end your life, please seek help immediately. There are people who want to support you, and help is available right now.

Ya ampun! Ini sama sekali tidak membantu. Saya mungkin akan memilih masuk ke dalam saat hening dan mencerna baik-baik segala yang saya alami akhir-akhir ini. Ini sebuah perjalanan baru, sebuah pelajaran baru, sebuah awal dari petualangan baru.

Foto credit: um-insight.net

Andy Sutioso
@kak-andy   7 months ago
This is very touching Jo... Best wishes to your father... I can see that you love him dearly... πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ
joefelus
@joefelus   7 months ago
Thank you @kak-andy
gunawanmch
@gunawan-muhtar   7 months ago
Terima kasih kisahnya Pak @joefelus. Menyentuh sangat dalam.

Setiap jiwa berevolusi lewat pengalaman rasanya masing masing. Apa yang dialami ayahanda dan Pak Jo adalah pengalaman kesadaran dua arah tentang cinta kasih yang luar biasa.

Meskipun berat, tapi dari sudut pandang spiritualitas, kematian bukanlah perpisahan, melainkan pengalaman indah yang diberikan semesta bagi jiwa untuk melanjutkan pengalaman rasanya ditempat lain.

Serupa air yang sudah mengalami pengalaman rasa sebagai embun pagi, dan melanjutkan perjalanannya menjadi aliran sungai, dalam prosesnya menuju samudera yang tanpa batas.

Sebagaimana dikonfirmasi para ilmuwan fisika kuantum, segala sesuatu di jagat raya selalu terkoneksi satu dengan lainnya. Dari partikel subatomic yang kecilnya tak terbayangkan, sampai galaksi yang besarnya tak terbayangkan, semuanya selalu terkoneksi.

Saat memilih bumi sebagai panggung tempatnya mewujud dan mengalami pengalaman rasa sebagai manusia, kesadaran jiwa tahu, bahwa "hidup" dan "mati" adalah dua bentuk pengalaman rasa yang akan dialami, dengan seluruh emosi yang dihadirkan oleh 2 pengalaman tersebut.

Sukacita saat menyambut kehidupan, juga akan dibarengi dengan kesedihan saat meninggalkannya.

Meskipun berat dari sudut pandang pikiran linier manusia, tapi ini adalah pelajaran luar biasa berharga bagi kita sebagai kesadaran. Bisa merasakan sedih dan gembira adalah pengalaman mahal yang banyak jiwa antri untuk mengalaminya.

Tatacara lahirnya kehidupan dan hadirnya kematian dibumi, bisa bervariasi, setiap variasi membawa pengalaman rasa yang berbeda, namun dari perspektif yang lebih tinggi, apapun cara dan sebabnya, ini semua adalah pelajaran kesadaran, pengalaman yang terus memperluas, seperti semesta yang terus berekspansi.

Dari lubuk hati terdalam, doa saya semoga ayahanda dan seluruh keluarga Pak Jo diberikan yang terbaik dalam proses perjalanannya di bumi.

Mohon dimaafkan, jika ada kata kata saya yang keliru.
joefelus
@joefelus   7 months ago
Terima kasih mas @gunawan-muhtar. Akan saya endapkan dalam perjalanan refleksi saya.
Andy Sutioso
@kak-andy   7 months ago
Bagus banget insightnya πŸ™πŸΌ
You May Also Like