Satu ide spontan, yang langsung diderkeun aja. Sore ini saya bersama 4 kakak Smipa masing-masing kak @matheusaribowo @yantisuryanii7 @naufal dan @imamsuryantoko. Kami ngariung di sebuah tempat ngopi - untuk ujicoba kegiatan Ngopi AES. Cetusan ide baru yang mau diujicobakan di Semi Palar di TP19 ini. Mau ngapain? Sederhananya ini adalah ruang baru yang mudah-mudahan lebih memotivasi kita semua untuk menulis - terutama di Ririungan. Kenapa menulis? Pertanyaan yang mudah dijawab - dan semestinya semua dari kita di Semi Palar menjawab bahwa menulis sebagai bagian dari proses literasi (diri dan semesta) adalah sesuatu yang penting.
Tapi sayangnya sejauh ini, kita masih perlu jujur bahwa bagi cukup banyak dari kita, menulis masih jadi tantangan besar. Bahkan untuk sekedar mencoba dan menuliskan satu atau dua tulisan di ruang ini.
Sedikit amat yang ikut? Ya memang karena kegiatan ini cukup dadakan - seperti tahu bulat. Jadi memang belum banyak yang ikut. Mudah-mudahan di kesempatan berikutnya lebih banyak yang mau mencoba. Seperti judulnya, menulis kali ini diramu dengan berbagai komponen lain seperti nongkrong, ngobrol dan ngopi. Mudah-mudahan dengan setting dan suasana yang baru ini, ada motivasi baru bagi kakak-kakak yang mau mencoba menulis di Ririungan.
Kemarin kami berbincang cukup banyak dan memetakan berbagai hal yang jadi kendala dan tantangan buat kakak-kakak. Tapi sebetulnya intinya memang perlu mencoba dulu.
Menarik mengikuti proses kak Imam - yang sejauh ini sudah menuliskan dua tulisan di Ririungan. Hari ini kak Imam membuat tulisannya yang ke tiga. Tulisan keren yang berjudul Kemarau Panjang.
Dalam pertemuan kemarin ini, ternyata kami berlima menghasilkan 7 buah tulisan. Dan di akhir kami masing-masing bergantian membacakan apa yang kami tuliskan. Menyenangkan sekali. Mohon maaf kak Yanti kok ga masuk ke dalam foto ya, tapi tulisan kak Yanti yang judulnya Selametan menurut saya sangat apik - sekaligus juga epic. Senang sekali mendengarkannya. Narasi yang menggiring imajinasi kembali ke rangkaian peristiwa Selametan.
Ada satu catatan penting dari pertemuan kemarin bahwa untuk menulis itu yang justru sangat penting adalah kerendahan hati. Wah sepakat. Justru dengan kerendahan hati itu pulalah kita bisa jujur menuliskan pemikiran dan perasaan kita - tanpa ekspektasi apapun dari luar. Menulis - bagaimanapun terutama adalah sebuah proses reflektif, untuk diri kita. Dan yang tidak kalah penting - seperti yang pernah saya tuliskan, menulis adalah juga cara kita merayakan kehidupan. Salam.
Photo by Startup Stock Photos: https://www.pexels.com/photo/person-holding-black-pen-while-sitting-7095/
Jadi dapat ide nama untuk kegiatan ini: NgonoNgonu : Ngobrol Nongkrong Ngopi Nulis.
@naufal @imamsuryantoko @yantisuryanii7 @matheusaribowo. 🙏
NgonoNgonu kereen juga Kak 🤣