“Saya ga inget banyak detail di buku yang saya baca, payah ya. haha. tapi setidaknya saya ingat perasaan saya ketika membaca bukunya”
Obrolan ringan tentang buku di sela-sela menyortir buku untuk festlit selalu membuat saya senang bergabung menjadi panitia Festlit. Tiap tahun, panitia Festlit menyortir sekitar 1000an buku untuk ditukar digelaran Festlit (sebelumnya Festbuk). Belum lagi, bursa buku dan stand buku baru yang menyediakan buku-buku bagus untuk dibeli. Hari Festlit adalah hari dimana kita dikelilingi banyak sekali buku di sekolah.
Tahun ini, pertama kalinya gelaran festlit dibuka kembali setelah vakum selama 3 tahun karena pandemi. Seperti gelaran-gelaran sebelumnya, buku-buku yang disetorkan oleh anak-anak sangat beragam, dengan tema-tema cerita yang menarik. Membuka kertas pembungkus buku serasa membuka kotak kejutan yang membawa perasaan menjadi riang gembira ketika melihat buku-buku seru.
Saya harus mengakui, referensi saya tentang buku anak yang bagus tidaklah banyak. Festlit adalah salah satu ajang memeperoleh referensi buku-buku bagus yang disukai oleh anak-anak. Anak-anak juga bisa saling melihat buku-buku bacaan yang sudah dibaca oleh teman-temannya. Harapannya, anak-anak akan saling bercerita tentang buku-buku yang mereka baca dan tertarik membaca bukunya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya juga, referensi buku dewasa tidaklah sebanyak buku-buku anak. Saya juga hanya punya 1 atau 2 buku yang bisa ditukarkan di festlit. Saya harus mengakui, sebagai orang tua, saya tak banyak membaca buku lagi. Menyortir dan bercengkrama tentang buku, mengingatkan saya untuk kembali meluangkan waktu untuk membaca.
Jadi, jangan lupa mengumpulkan buku-buku untuk ditukarkan atau dijual di ajang Festlit. Ditunggu buku-buku bagusnya!
Ah si dia, belum juga jadi ucing udah duluan posting. Curang nih. Terpaksa tag @mamakuri deh sekarang. Hohoho...
Horeee, ada yang pecah telor lagi di Ririungan... Nuhuun Anug. Semoga berlanjut ya. Oh iya ajak juga @angga. Kemarin sempat ngobrol tentang menulis nih sambil hiking. ☝🏼😊