AES#70 Endog Entog
finsjournal
Saturday October 21 2023, 6:22 PM
AES#70 Endog Entog

Tampaknya, arti bahagia itu sesederhana menikmati hujan sambil menyeruput kopi dan makan tanpa mikirin apapun...

WhatsApp Image 20231021 at 18.25.17.jpeg

Cuaca hari ini cukup sendu dari pagi, siang cukup panas, sore hari kembali mendung, dan akhirnya turun hujan yang cukup besar... Puji Tuhan...

Sudah beberapa lama ini, cuaca sangat ekstrim, teman-teman kawanan satu persatu mulai tumbang, sakit. Hujan sudah lama tidak turun, bahkan ada salah satu anak yang menceritakan bahwa di rumahnya tidak pernah turun hujan, tidak ada air, untuk mandi saja dia harus mengambil air dengan ember. Terakhir cerita, Ibunya memutuskan untuk membuat sumur bor sedalam 14 meter, dan sudah menemukan air.

Cerita anak tersebut membuat saya selalu bersyukur, air di rumah masih berlimpah, segar dan bersih. Masa mengeluh terus!!

Di sore hujan ini, tampaknya perut mulai merasa lapar, saya mengambil sisa nasi goreng tadi pagi, ada sisa usus goreng pemberian tetangga, sayur kacang yang juga tinggal sedikit, serta telur asin yang kardusnya bergambar bebek, tidak ketinggalan es kopi kecombrang yang saya beli pagi tadi sambil mengajak anak-anak melihat ekskavator di daerah Pondok Hijau...

Sambil membaca-baca pesan WA, dalam ke-random-an bacaan, tiba-tiba pikiran ini melompat-lompat. Pada obrolan siang hari bersama Kak Asep, Kak Tema, ngobrolin apa bedanya entog, soang, dan meri?! Obrolan yang cukup pelik, namun berakhir dengan sebuah gambar dari Kak Tema yang membuat kita semua yakin yang mana entog, soang, dan meri.

Baru Rabu kemarin juga saya di kelas membawakan dongeng berjudul Endog Entog dalam program Rabu Nyunda. Berbekal pengki, kendi, dan sarung yang ada di ruang tengah, saya bertransformasi menjadi Mang Julin, seorang petani miskin yang hidup bersama bebek kesayangannya. Mang Julin orang yang rajin bekerja, ia dipekerjakan oleh Juragan Lurah untuk mengurus lahannya. Karena sangat miskin, dia hanya makan nasi dan garam setiap hari. Suatu hari Mang Julin berdoa supaya diberi kekayaan. Singkat cerita bebek Mang Julin mengeluarkan telur emas setiap hari yang membuat Mang Julin menjadi orang kaya di kampungnya. Namun, karena ia tidak berpikir panjang menginginkan kekayaan instan, ia menyembelih bebek kesayangannya berharap menemukan lebih banyak telur emas dalam perut bebeknya. Yang ada, bebeknya mati, dan Mang Julin kembali lagi menjadi orang miskin karena tidak bisa amanah dengan harta yang ia punya.

Masih tentang dongeng, pikiran saya nyambung ke obrolan dengan Kak Asep. Mendengarkan cerita Kak Asep tentang bagaimana dulu spirit dongeng dan tokoh tema sangat melekat dalam keseharian. Kakak bisa saja suatu hari memakai kostum tokoh tema dan berperan menjadi tokoh tema. Topik materi pelajaran dibawakan dengan dongeng dan nyanyian... Pasti seru ya!

Makanya saya coba jadi Mang Julin, membawakan dongeng berbahasa Sunda. Untungnya kawanan Bengawan Solo masih dapat mengambil makna dari ceritanya, walaupun mereka bilang ga ngerti Kakak ngomong apa... Hahahahha...

WhatsApp Image 20231021 at 18.25.18.jpeg

Btw, endog entog asin ini enak lho! Oleh-oleh mamah mertua dari Semarang... 

Jangan lupa bahagia! Bersyukur juga dong!

tanyaasepramdanaja
@asep-ramdan   3 years ago
Keren pisan dan inspiratif ceu Fin, ceritanya, semoga air di rumah selalu segar ya, diantos endog entogna senen, wkwkwkwk pis.