AES 831 Hidup Dari Freezer
joefelus
Saturday September 2 2023, 10:37 AM
AES 831 Hidup Dari Freezer

Siapapun yang membaca cerita-cerita saya ini, saya anggap sebagai keluarga. Jadi saya tidak keberatan mengumbar urusan dapur selama saya hidup di rantau ini. Kebanyakan orang lain khan menulis yang keren-keren, yang menyenangkan, yang mengagumkan dan yang indah-indah lainnya. Namanya hidup tidak selalu begitu bukan? Kalau kita mau jujur, kehidupan itu tidak seindah yang ada di foto-foto Instagram atau status-status teman-teman kita di Facebook. Kenyataanya seringkali jauh dari itu. Nah saya sekarang mau jujur dengan kehidupan saya di rantau saat ini. Jadi saya akan cerita saja. Ini akan menjadi semacam pelajaran hidup karena orang selalu mengira bahwa hidup di rantau di negara adidaya itu menyenangkan dan subur. Hahaha.. Mereka yang mengatakan itu adalah orang yang tidak pernah hidup di rantau! Saya yakin sekali. Kalaupun pernah keluar negeri, cuma sekedar liburan, dan yang namanya liburan biasanya hanya melihat hal-hal yang indah saja. Sementara mereka yang pernah tinggal  dalam kurun waktu tertentu, pasti akan tahu suka dan dukanya. Jadi kalau orang beranggapan rumput di tetangga selalu lebih hijau, pada kenyataannya tidak demikian. Semua itu hanyalah "anggapan". 

Hidup saya sekarang itu sedang berada di bawah. Jika teman-teman membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya, minimal satu dua minggu terakhir, pasti bisa membayangkan bagaimana rumitnya. Yang saya tulis memang seolah-olah ringan-ringan saja. Tidak begitu. Sudah setengah bulan terakhir saya tidak boleh bekerja karena masalah perijinan. Beberapa hari yang lalu saya mendapat email tentang status pekerjaan saya. Beberapa waktu ke depan akan menghadapi situasi yang lebih rumit, tapi saya yakin semuanya akan berlalu.

Pada saat yang bersamaan, Nina harus dioperasi lututnya, mobil saya masuk bengkel, dan sekarang kondisi tubuh saya tidak baik kerena muscle spasm. Ya, ini kondisi yang tidak mudah tapi bisa saya urai satu demi satu. Pekerjaan bukan faktor utama, memang tanpa penghasilan di rantau bukan kondisi yang ideal. Fokus saya adalah kesehatan Nina. Soal muscle spasm, saya bisa hadapi. Memang membuat pergerakan saya terbatas, tapi tidak masalah. Saya kerjakan saja satu demi satu. Kendaraan selesai, sudah berkurang satu, lalu mulai dengan fokus pada yang lain. Yang terpenting juga, bagaimana kami dapat terus survive menjalani kehidupan hari demi hari? 

Saya punya kebiasaan membeli bahan makanan berlebih, terutama protein. Di freezer selalu ada bahan makanan yang bisa diolah menjadi makanan yang sedap. Karena saya setiap hari harus memasukkan ice packs ke dalam freezer, saya harus mengatur kembali isinya. Saya membutuhkan permukaan datar agar ice pack dapat didinginkan dan stabil diam di tempat. Nah ketika membereskan freezer saya melihat banyak bahan makanan. Saya bisa mulai menyusun menu. Menu kemrin yang sudah saya susun harus dirombak karena banyak bahan baku yang harus dibeli yang berusaha saya hindari.

Saya menemukan frog legs! Aha! sudah lama saya tidak makan swike, entah sudah berapa tahun. Saya lihat di kabinet tempat saya menyimpan semua bumbu-bumbu. Ada tauco! Nah di freezer juga saya punya banyak jahe yang saya bekukan dan saya punya 1 kontainer bawang putih. Setidak-tidaknya "kerajinan" saya mengumpulkan bahan baku pada saatnya sangat berguna.

Saya tidak setiap kali ke Asian store, jadi jika ada kesempatan saya suka mengumpulkan segala jenis bumbu, daging dan bahan makanan kering. Tujuannya jika sedang sibuk saya bisa selalu membuat sesuatu. Nah kali ini bukan kesibukan tapi masalah keterbatasan. Ini kesempatan untuk membersihkan freezer dan kabinet bumbu-bumbu. Saya punya beberapa jenis daging, ada udang, ada kulit pangsit, sayuran beku dan sebagainya di freezer. Di kabinet ada mie kering, bihun, segala jenis tepung dan juga bumbu-bumbu. Nah salam kondisi terbatas dan budget super ketat ya saya tinggal butuh kretivitas. Hari ini saya membuat swike karena melihat ada kodok, juga ada pork belly. Karena Kano bukan penggemar swike (mungkin dia anggap terlalu eksotis hahahaha), saya buat roast pork belly. Saya beri five spice, garam, gula dan merica lalu saya taburkan dan dipanggang selama 30 menit lalu saya broil selama 2 menit, hasilnya luar biasa. Lalu daging saya iris tipis-tipis, diberi irisan tipis red onion dan air jeruk. Maka jadi sajian yang sangat sedap untuk Kano. Saya dan nina cukup makan swike kuah diberi irisan cabe rawit dan perasan air jeruk, langsung merasa duduk di kedai swike di jatiwangi atau duduk di warung kaki lima Cibadak atau Gardu Jati! Hahaha.. Berapa saya keluarkan untuk makan hari ini? Nol! karena saya hanya membersihkan freezer. Dan sepertinya beberapa waktu ke depan saya masih punya banyak persediaan. Mungkin saya akan membuat dimsum karena punya banyak kulit siomay dan kulit pangsit, atau membuat bihun goreng atau mie goreng. Saya juga punya banyak kentang merah. Liat saja nanti bagaimana moodnya.

Foto Credit: tasteofhome.com