Si Telinga alias Inzaghi memiliki adik perempuan terkecil. Dia kucing termuda dan terkecil di antara lima bersaudara. Yang lucu adalah dia memiliki muka yang kecil namun mata dan telinga yang besar, ekornya pun pendek. Namanya Hening Semesta Alam atau sering kali dipanggil Hening. Hening diadopsi oleh Tanteku, Tanteku juga lah yang memberikannya nama itu. Harapannya Hening bisa menjadi kucing yang tenang, karena dua kucing lain milik Tanteku sangat heboh.
Ternyata, harapan dari namanya itu menjadi kenyataan. Hening menjadi kucing yang tenang, gerakannya halus, dan tampak bijak. Dia hanya akan heboh jika bermain dengan kucing lain. Saking tenangnya, dia bisa duduk kemudian tiba-tiba tertidur. Setiap tidur pun gayanya selalu rapi dan cantik. Bahkan ketika ingin buang air besar atau buang air kecil, dia selalu berpegangan pada sisi baskom dan tampak seperti menikmati suasana tenang di sekitarnya. Hening jugalah kucing yang waspada dengan yang terjadi di sekelilingnya. Dia juga sangat cepat menghafal lokasi-lokasi di tempat yang baru.
Karena Tanteku tinggal di Dago bersama Nenekku, aku seringkali mengunjungi mereka. Ketika berkunjung pun biasanya Inzaghi akan ikut agar bisa bermain dengan Hening. Setiap kali bermain mereka tampak sangat akur, walaupun terkadang Inzaghi agak terlalu agresif dan Hening seperti berteriak. Mereka pun biasanya akan tidur bersebelahan, kadang ada salah satu yang jahil memandikan yang lainnya lalu menggigit.
Kemarin-kemarin, tante dan sepupuku menginap di rumahku dan membawa Hening. Seperti biasa, Hening dan Inzaghi langsung bermain bersama. Mereka biasanya main keluar rumah ataupun berlari-lari di rumah. Oh iya, biasanya Hening tidak diperbolehkan untuk keluar rumah, baru kali ini lah Hening bermain bebas keluar rumah. Mereka bermain dengan sangat heboh tanpa henti, bahkan di malam hari pun terdengar suara mereka yang sedang berlari-lari.
Saat datangnya waktu bagi Hening untuk pulang, mereka sedang bermain bersama di halaman rumah (halaman rumah tetangga). Mereka dipaksa berpisah karena Tanteku cukup terburu-buru. Setelah itu, Inzaghi hanya tidur seharian. Ketika bangun pun dia tampak bingung dan tidak bermain. Dia tampak sedih karena teman bermainnya sudah pulang. Tanteku pun bercerita, selama di mobil Hening seperti merengek seakan-akan menangis. Yaa melihat mereka seperti itu rasanya sangat sedih. Namun sebenarnya, sebentar lagi pun mereka akan bertemu lagi karena aku perlu ke rumah Tante dan Nenekku.
*Foto: Hening yang berkalung merah dan Inzaghi yang telinganya satu