Saya hampir selalu bertanya-tanya, kemana arah hidup ini sebenarnya? Kadang saya sudah memiliki banyak rencana untuk beberapa waktu ke depan, lalu tiba-tiba ada peristiwa baru dan rencana saya batal, atau mentah kembali. Untuk urusan mengambil keputusan penting dalam hidup, tidak bisa diambil secara impulsif, bukan? Kita harus benar-benar memikirkan segala faktor dan konsekuensinya secara matang. Itu menjadi bahan tulisan saya kemarin tentang mengambil keputusan. Nah sebetulnya itu yang beberapa hari terakhir ini sedang saya alami.
Dalam menjalani hidup kita selalu dituntut untuk mampu membaca tanda-tanda. Banyak kesempatan yang muncul, tapi kita tidak pernah tahu yang mana yang paling tepat. Seperti pertanyaan yang selalu muncul pada orang dewasa tentang memilih pasangan hidup, pertanyaannya selalu sama,"How do you know that he or she is the one?!" Nah itu juga berlaku dalam menjalani hal-hal lain dalam hidup. Ketika diambang batas dimana kita harus mengambil keputusan, kita dihadapkan pada pertanyaan yang besar dan sangat penting. How do you know that it is the one? Kita tidak pernah tahu, bahkan sesudah semuanya lewat, kita juga tidak tahu apakah itu yang terbaik.
Yang sudah lewat bisa saja sangat baik, sejauh ini saya tidak pernah menyesali semua keputusan yang pernah saya ambil. Dari semua keputusan itu, konsekuensinya sedang saya hadapi, sedang saya jalani saat ini. kemana saya akan pergi? Tidak tahu! Karena walaupun seringkali di depan itu cerah, tapi kita tidak pernah tahu karena pandangan kita sangat terbatas. Bisa saja beberapa langkah di depan kita itu indah dan baik, tapi siapa tahu sesudah itu ada jurang yang dalam atau tebing yang harus kita hadapi. Kemarin saya bilang hidup kita seperti sedang berjalan di dalam labirin.
Saya sudah punya rencana, bahkan sudah hampir pasti rencana itu akan saya jalankan. tapi di detik-detik terakhir ada tanda yang muncul entah dari mana dan tanda itu akan mementahkan kembali rencana saya. Dalam beberapa hari ini akan ada sebuah keputusan yang harus diambil. Kano sudah saya anggap orang dewasa sehingga kami bisa duduk bertiga dan brainstorming.
Apakah ini rencana Tuhan? Saya tidak tahu. kalaupun itu benar, sepertinya Tuhan mempunyai selera humor yang aneh. Dia tidak pernah membiarkan hidup saya lancar dan mulus begitu saja, harus saya lalui dengan dada berdebar-debar dan rasa khawatir yang sangat intens. Kenapa begitu? Mungkin supaya seru! Biar hidup ini tidak monoton, begitu mungkin. Ya saya jalani saja, toh selama ini semuanya baik-baik saja.
Photo credit: unsplash.com