Menjelang senja suhu udara mulai menjadi semakin dingin. Hari ni paling hangat hanya mencapai sekitar 16 derajat saja. Tapi karena sepanjang siang saya sibuk di dapur, tidak terasa dingin. Hanya saja begitu beristirahat sambil menonton football, saya baru merasa kedinginan. Mungkin juga karena sudah merasa lelah.
Tadi pagi kami memutuskan untuk jalan-jalan ke luar kota, ke desa! Biasa kami duduk-duduk di kedai kopi, tapi sepertinya sekarang adalah puncak musim gugur dimana pepohonan menawarkan banyak keindahan yang penuh warna. Kali ini kami akan berkendaraan sekitar 1 jam ke utara ke sebuah kampung kecil yang bernama Red Feather Lake. Desa ini hanya memiliki populasi 343 dan memiliki beberapa danau buatan. Konon dulu pernah ditemukan emas di sini sehingga mulai terbentuk desa kecil. Pada awalnya hanya suku Indian Cherokee yang menempati daerah ini. Sekarang menurut informasi hanya ada 3 buah toko, pom bensin, kantor pos, toko peralatan pertukangan, toko alat memancing dan sebuah kedai kopi. Sisanya hanya beberapa rumah penduduk.

Perjalanan menuju ke sana sangat menarik, penuh dengan padang rumput yang di kelilingi pepohonan yang daun-daunnya kuning, merah dan hijau. Cantik sekali. Di beberapa tempat saya dapat melihat banyak sapi yang gemuk-gemuk berwarna hitam yang merumput, tapi di daerah sini saya harus menutup jendela mobil rapat-rapat karena bau kandang lumayan menyengat hahaha. Jalan menuju Red Feather Lake sama sekali tidak ramai. Seringkali hanya kendaraan kami yang kendarai yang ada, jadi saya bisa mengemudi dengan santai sambil menikmati pemandangan.


Di danau yang terbesar ketika kami tiba di sana tampak begitu damai, hanya ada sebuah perahu di tengah danau dan beberapa orang menikmati pagi yang indah ini dengan memancing. Tempat yang sangat bersih, damai dan indah. Di tengah danau ada beberapa pulau-pulau kecil. Sebelumnya saya tidak tahu bahwa danau-danau yang ada di desa itu adalah buatan karena bagi saya tampak sangat natural. Di beberapa tempat dijadikan tempat camping. Saya melihat banyak RV (recreational vehicle) yang biasa digunakan orang-orang untuk camping. Sekarang ini yang namanya camping tidak hanya tidur di tenda, tapi ya di RV ini, lengkap dengan tempat tidur dapur dan kamar mandi. Jadi seolah-olah rumah berjalan hahaha..
Saya tidak bisa terlalu berlama-lama sebab butuh waktu lebih dari 1 jam lagi untuk kembali ke Fort Collins dan saya punya tugas memasak, membuat baso tahu atau siomay bandung yang sudah lama direncanakan. Saya masih harus mampir ke supermarket untuk membeli telur dan kulit siomay dan akan menghabiska sisa hari libur ini dengan sibuk di dapur sambil menonton football. Itu rencananya 