AES 382 Willpower
joefelus
Thursday June 9 2022, 11:21 AM
AES 382 Willpower

Ketika kita berada di titik terendah dan siap untuk menyerah, butuh sebuah motivasi yang sangat kuat untuk tetap bertahan, butuh tekad dan keinginan yang sangat teguh untuk tidak putus harapan dan terus berjuang.

Tekad yang kurang kuat sering menjadi alasan mengapa seseorang gagal mencapai tujuan. Profesor dari Florida State University, Roy Baumeister mengatakan bahwa ada 3 komponen yang sangat penting untuk mecapai tujuan: Pertama adalah motivasi yang dicanangkan untuk mecapai tujuan, Kedua perlunya memonitor perilaku terhadap tujuan dan ketika adalah tekad. Tekad adalah langkah yang paling penting untuk mencapai tujuan.

Tekad merupakan suatu kemampuan untuk melawan godaan-godaan untuk menyerah ketika menghadapi saat-saat sulit, ketika kita berada di titik lemah dalam usaha kita mengejar tujuan. Melawan godaan itu sangat tidak mudah, apalagi ketika kita dalam kondisi yang sangat lemah. Banyak pembenaran yang diselipkan dalam pikiran kita agar kita menyerah dan akhirnya gagal. Ketika saya sedang kelelahan berlari pqda saat berolahraga, pikiran saya berusaha mengalahkan tekad dan motivasi dengan memberikan banyak alasan yang sangat masuk akal agar menyerah. Semacam Justification yang seringkali sangat logis dimunculkan sebagai bentuk permainan pikiran yang berkecamuk dalam otak untuk membenarkan jika saya berhenti berlari. Di sini motivasi dan tekad sangat dibutuhkan. "Jo, badan juga perlu istirahat, jangan diforsir nanti cidera!" Ini alasan masuk akal bukan? Padahal itu hanyalah permainan pikiran. Tubuh saya memang mulai merasa tidak nyaman ketika sudah berlari sekian lama dan mulai merasakan sebuah "penderitaan". Lalu otak saya mulai mencari alasan agar berhenti melakukan "penyiksaan". Otak saya seolah-olah sengaja menggunakan kata yang negatif "penyiksaan" sehingga semakin menggoda saya agar "give in". Atau otak saya juga menggunakan kata "pencegahan" terhadap cidera, nah ini juga kata-kata yang sangat ampuh dan positif yang digunakan otak untuk membujuk saya agar menyerah. Ya cara kerja otak untuk menggoda, membujuk itu sangat amat hebat! Jika tidak punya tekad dan motivasi yang kuat, sudah pasti akan terbujuk.

Nah kondisi ini saya rasakan malam ini. Ketika saya begitu lelah karena pekerjaan dan pelatihan, otak saya membujuk untuk tidak menulis esai malam ini. "Ah Jo, khan kamu sudah berhasil menulis setiap hari selama 1 tahun, tidak apa-apa kamu berhenti sehari untuk beristirahat. Lagian belum tentu ada yang baca. Lagian kalau hari ini tidak menulis belum tentu ada yang tahu." Atau banyak alasan lainnya yang terus terang sangat masuk akal! Tapinya saya punya jurus jitu. Kalau saya bisa terus berlari walau sudah hampir menangis karena kelelahan dan dada terasa sakit karena terengah-engah sulit bernapas, ketika tubuh berteriak minta berhenti, menulis tentunya tidak ada apa-apanya. Tubuh saya tidak kepayahan, saya tidak ingin menangis karena kelelahan, dan tubuh saya tidak menghiba-hiba untuk berhenti melakukan sesuatu, jadi tidak ada alasan untuk tidak menulis. Jurus kedua, saya tidak mau menyesal kemudian. Saya tidak mau menyesal karena sudah menyerah. Nah godaan ini justru jadi ide tulisan! Lumayan! Hahahaha...

Foto Credit: Medium.com

You May Also Like