Terlalu tahu malah jadi labu, terlalu labu malah jadi tahu. Demikianlah baik untuk, cukup tahu saja dan cukup labu saja. Kalau dua-duanya gimana, ya memang keduanya kan pakai dan bukan atau.
Ngomong soal kecukupan, jadi perlu mengerti soal efikasi. Ngomong soal kepercayaan, jadi perlu paham soal harga. Yah, ini kan kalau ranah yang ngomong soal dan ngomong soal. Efikasi diri ibarat tahu, harga diri ibarat labu.
Mundur ke ranah kelakuan, karena ranah per-ngomong-an terlalu maju; Bijaksana lah untuk cukup mengetahui sebatas peran karena kalau lebih dari itu, ke-sok ingin selalu tahu-an cenderung jadi mengelabui.
Dan; Bijaksini lah untuk cukup mengelabui diri sebatas bias kognisi sendiri karena kalau lebih dari ini, ke-sok ingin selalu duluan terdepan panutan-an cenderung membuat keterbatasannya ketahuan.