Jika ingin menjalani kehidupan sepenuhnya, maka kita harus berani mengambil risiko. Kita harus berani membuka hati dan membiarkannya terpapar terhadap segala kemungkinan. Tanpa mengambil risiko terpapar pada banyak kemungkinan, kita tidak akan pernah dapat mencapai kepenuhan hidup.
Untuk bisa menjalin relasi, misalnya. Kita harus berani mengambil risiko untuk tersakiti. Tanpa itu kita tidak akan mampu membuka hati dan membiarkan orang lain memasuki kehidupan kita, dan kita memasuki kehidupan orang lain. Cinta dan perhatian itu untuk dijalani dan dibagikan bukan hanya dimiliki oleh diri sendiri dan disimpan rapat-rapat. Tanpa membuka diri kita tidak akan mampu melihat dan mengalami apa yang ada di luar diri kita.
Sama seperti kita yang ingin mengalami berada di tempat lain. Kalau kita hanya bersembunyi di dalam rumah, kita tidak akan pernah mampu menghargai harumnya bunga-bunga, jika kita hanya berdiam diri kita tidak akan pernah bisa mengetahui betapa indahnya berjalan kaki di pantai berpasir yang hangat dan disuguhi dengan simfoni debur ombak dan keharuman yang khas dari samudra. Tapi berjalan kaki di pantai juga mengandung risiko. Kita bisa saja menginjak benda tajam yang tersembunyi dibawah permukaan pasir, atau kaki kita menjadi kotor karena pasir yang bercampur dengan air laut. Tapi yang jelas kita tidak akan dapat mengalami semua itu jika kita tidak keluar rumah dan pergi ke pantai.
Kita seringkali hanya memikirkan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya ingin memiliki binatang peliharaan. Sebelum kita mengadopsi anjing kecil, misalnya, kita membayangkan betapa serunya setiap hari mengajak dia berjaan-jalan, mengajak bermain, membawa ke salon untuk grooming, dan banyak lagi hal-hal yang seru jika mempunyai anjing kecil. Tapi tidak kah kita juga sadar, semua itu bisa terjadi tapi juga bersamaan dengan tanggung jawab dan risiko? Tanggungjawab misalnya membawa dia ke dokter. Dokter tidak murah, loh. Bahkan di sini ada asuransi kesehatan untuk binatang peliharaan dan harganya hampir menyamai asuransi untuk manusia. Makanan binatang juga tidak murah, belum lagi vaksinasi dan kewajiban membersihkan kotoran jika sedang berjalan-jalan lalu dia membuang kotoran. Ya, kita tidak boleh hanya membayangkan yang menyenangkan tapi juga harus memperhitungkan risiko. Pernah merasakan bagaimana sedihnya ditinggal binatang peliharaan? Mereka itu tidak hanya semata-mata binatang, tapi kemudian menjadi bagian dari hidup kita, seolah-olah menjadi bagian dari keluarga, menjadi anggota keluarga yang saling mencintai. Jadi tidak heran jika makam untuk binatang juga tidak kalah mewahnya dengan makam untuk manusia. Ketika mereka sakit bahkan di tempat saya kerja saat ini, karyawan boleh minta ijin untuk tidak masuk kerja karena harus membawa binatang peliharaannya ke dokter. Ini hanya sekedar ilustrasi bahwa ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, harus juga kita memperhitungkan risikonya, apalagi jika keputusan itu terkait dengan kondisi emosional kita. Ketika sudah ada kedekatan, attachment, pada saat relasi itu terganggu atau tterputus kita akan patah hati
Saya sedang mempersipkan diri untuk menghadapi situasi yang sulit. Ketika kedekatan saya mulai terengut, tentu kondisi emosi juga terganggu. Saya tahu apa yang akan dihadapi, tapi pegetahuan saja tidak menjamin kita mampu menghadapinya. Saat itu belum tiba dan saya sudah merasa kewalahan. Patah hati bukan perasaan yang mudah dihadapi. Ya saya mencintai kehidupan di sini dan dalam beberapa minggu lagi semuanya akan berakhir.
Semua ada akhirnya, bahkan patah hati juga akan berakhir. Kali ini petualangan saya akan berakhir dan itu juga sekaligus menandakan bahwa petualangan baru akan segera dimulai. Patah hati memang hadir dari waktu ke waktu tetapi kehidupan akan terus berlanjut. Saya mungkin merasa bahwa saat ini dunia hancur dan saya memiliki dorongan yang kuat untuk membenamkan diri dalam kesedihan, tapi itu semua akan berakhir. Saya akan sembuh dan kembali menjadi saya yang semula dan berkata: "Saya akan menikmati hari ini dan melakukan sesuatu yang saya sukai." saya kemudian akan melakukannya, lagi dan lagi dan ketika menjalaninya ada kemungkinan saya akan jatuh cinta lagi, pada suatu yang baru, pada petualangan yang baru dan kehidupan pun mengalir seperti semula. Nah, teman-teman, jangan pernah takut untuk jatuh cinta, sebab semuanya itu sangat sepadan. It is absolutely worth it!
Foto credit: reflectandrefresh.org