Terkadang, ada hari-hari dimana kamu merasa tidak puas akan dirimu
Juga mungkin terhadap orang lain.
Kadang, kamu menyesali apa yang sempat kamu katakan ke orang lain, takut orang itu tersakiti oleh kata yang keluar tanpa pikir panjang dari mulutmu.
Kadang juga justru kamu merasa kecewa karena kata-kata orang lain, alhasil mempertanyakan benarkan yang sudah kulakukan selama ini.
Setiap kritikan yang datang, setiap rasa bersalah datang adalah kebenaran. Bagaimanapun itu adalah catatan atas perlakuanmu selama ini, catatan dari diri juga dari orang lain. Hanya perlu digaris bawangi bahwa tidak semua persentase kebenarannya lebih banyak dari pada kesalahannya.
Aku pernah ada dimasa sangat rapuh terhadap kritik, rasanya setiap kritik terlalu menyakiti tapi tidak lantas menjadi refleksi karena sudah terlanjur lelah untuk melawan sakit.
Banyak orang bilang “hidup mah jangan dibawa susah”, tapi mewujudkan kata-kata itupun sudah susah, bagaimana bisa hidup dibawa mudah. Lucu kan
Untungnya saat ini, aku menemukan formulasi yang sedang tepat untuk diriku. Aku tidak mempermudah hidup, tapi memilah. Semua kritikan mungkin benar, tapi aku memilah mana yang kebenarannya lebih banyak dan memilih mana yang akan aku perbaiki terlebih dahulu.
Setiap kritikan dan saran yang datang pada diri, jangan ditolak itu justru membuat hidupmu sulit. Terima lalu pilah, selanjutnya pilih yang mau kamu perbaiki.