Hari ini hari beristirahat, jadi kami tidak mempunyai kegiatan apa-apa. Akan tetapi, kemarin sore sebelum semua kakak-kakak LC pulang, sempat ada obrolan untuk meminta izin ke Bu Erwina kami sekelompok ke pantai dan setelah mendapat izin untuk berangkat ke pantai, kami pun janjian dengan kak Yustin dan Kak Yumi untuk pergi ke pantai pada sore hari. Sambil menunggu perjalanan ke pantai, saya menulis AES yang dari kemarin masih belum sempat ditulis karena masih cukup sibuk, tapi karena hari ini luang saya pun menulis dan banyakkk sekali yang saya ingin ceritakan dalam tulisan sehingga memakan waktu yang cukup lama. Tanpa terasa, sudah hampir waktu untuk pergi ke pantai. Kami memutuskan untuk pergi ke pantai Kawona. Perjalanan ke pantai tidak terlalu lama, tapi pemandangannya sangat indah. Kami banyak melewati ladang jagung dan banyak pepohonan. Saat sudah dekat, pantai mulai terlihat di kejauhan. Sangat biru dan indah terlihatnya. Saat sampai ke pantai, wah pantai terindah yang pernah saya lihat. Air nya benar-benar bersih dan biru, sungguh indah. Setelah membeli tiket masuk, kami pun langsung turun ke bawah untuk bermain di pasir. Tempat masuk dari pantai ini berada di ujung sebuah tebing yang tidak terlalu tinggi. Ada tangga ke bawah untuk turun ke pantai. Pasirnya sangat bersih hampir tidak ada sampah. Akan tetapi, kami masih belum boleh berenang oleh kak Yustin, katanya tunggu sore sedikit supaya angin tidak terlalu besar.
Sambil menunggu sore hari, kami pun bermain pasir. Kami mencoba untuk membuat sebuah benteng pasir yang tinggi. Setelah beberapa waktu kami pun berhasil untuk membuat benteng yang mampu menahan ombak kecil. Saya mencoba untuk membuat jendela kecil di samping bentengnya, yang secara tidak sengaja ditutup oleh Yanuar berulang kali karena lupa. Benteng pun tidak lama berubah jadi toilet, lalu jadi sebuah pegunungan, lalu kembali ke toilet / benteng. Sungguh sebuah benteng aneh. Separuh benteng separuh toilet. Lalu, toilet dibobol pinggirnya dijadikan terowongan. Tapi tidak lama, terowongan pun rubuh dan benteng ditinggalkan. Selesai berurusan dengan benteng, Ezar minta dikubur dengan pasir. Saat sedang proses penguburan Ezar, Flavi tiba-tiba langsung lari ke dalam air untuk berenang langsung diikuti oleh Yanuar. Saya sih masih sibuk mengubur Ezar dengan pasir, karena saya masih belum mengganti celana dengan celana yang mau saya pakai untuk berenang. Akan tetapi pada saat sedang menbubur Ezar, ada ombak yang cukup besar mengenai, sehingga celana saya pun basah. Karena sudah terlanjur basah celananya, ya sudah saya selesaikan penguburan lalu langsung ikut berenang bersama dengan Yanuar dan Flavi.
Langsung bermain ombak, wah seru banget. Ombak di pantai besar-besar, sehingga sangat seru bermain ombak bersama. Setelah bermain ombak, kami pun bergegas kembali ke atas untuk bebersih dan pulang. Akan tetapi saat sudah mau naik ke lapangan parkir, Ezar melupakan dasinya di batu di laut. Dan karena dia ingin membeli kelapa dulu sebelum pulang, maka saya pun kembali turun ke bawah dan mengambil dasinya dari batu. Setelah naik kembali, kami pun pulang bersama. Di perjalanan kembali, sudah sore hari sehingga langit terlihat sangat indah, berwarna oranye merah dan biru, perpaduan warna yang indah. Melewati kembali ladang jagung yang tadi, membuat saya teringat tentang "field of reeds" dari mitologi Mesir (Referensi dari seri film Moon Knight). Sambil lewat juga, kami berhenti untuk membeli makan malam nasi goreng dan keperluan lainnya seperti pisau, talenan, dan tali jemuran di kota Tambolaka. Sesampainya di LC, kami semua sudah kelelahan dan langsung makan malam bersama dan tutup kelas, lalu beristirahat. Sungguh hari yang mengesankan.