Aku selalu percaya, beberapa angka memang diciptakan untuk bikin hidup sedikit lebih rumit. Buatku salah satunya adalah angka ganjil. Entah kenapa, angka ganjil selalu berhasil menyelipkan sedikit kesialan di tengah hari-hariku. Dan seperti sekuel dari sebuah film yang nggak pernah diminta, tanggal ganjil kali ini kembali jadi pengingat bahwa hidup memang nggak pernah sederhana.
Ceritanya begini, hari ini awalnya berjalan cukup menyenangkan. Bahkan aku udah punya bahan tulisan yang rencananya bakal kutulis besok. Tapi seperti biasa, hidup suka tiba-tiba lempar plot twist tanpa aba-aba. Semua dimulai dari transaksi sebesar 300 ribu yang kulakukan di sebuah tempat makan favorit, pake QRIS. Sounds simple, right?
Salah besar.
Begitu transaksi selesai, saldo di aplikasiku langsung terpotong. Tapi ada satu masalah kecil, dan dengan "kecil" maksudku sesuatu yang cukup besar untuk bikin kepala pening: saldonya nggak masuk ke kasir. Jadi di mata kasir, aku masih "hutang" 300 ribu sementara di aplikasiku uangnya udah melayang entah ke mana.
Oke, aku masih tenang. Aku pikir, ini cuma masalah teknis yang bisa diselesaikan cepat. Maka aku telepon call center bank dengan harapan mereka akan langsung memberi solusi seperti: “Jangan khawatir, kami akan kembalikan uang Anda.” Tapi yang kudapat justru... solusi absurd. Mereka bilang, “Coba transaksi ulang saja, Pak. Kalau berhasil, yang tadi akan otomatis kembali.”
Serius? Jadi solusinya adalah transaksi lagi 300 ribu, dengan risiko uangku kepotong dua kali? Logika macam apa ini? Kalau ini adalah film komedi, mungkin penonton bakal ketawa. Tapi di dunia nyata, aku cuma bisa tarik napas panjang sambil berkata dalam hati: “Memang bank sialan.”
Akhirnya setelah berdebat dengan logika solusi mereka, aku memutuskan untuk berhenti berharap pada call center dan memilih jalan lain: menunggu iya, menunggu sambil makan dengan hati yang setengah kesal. Nggak ada pilihan lain, kan?
Jadi begitulah cerita dari Hari Sialku #2. Mungkin ini cuma satu dari sekian banyak drama kecil dalam hidup yang pada akhirnya bisa jadi cerita lucu di kemudian hari. Tapi jujur aja, saat ini aku masih kesal. Kesal sama sistem, sama tanggal 5, dan mungkin sama nasibku hari ini.
Kalau ada yang bilang kesialan itu bagian dari kehidupan, aku cuma mau bilang: “Tolong, jangan di tanggal 5 lagi, ya?” Tapi hei, setidaknya aku dapat bahan tulisan untuk hari ini. Lumayanlah ada sisi baik dari semua ini.