Hari ini saya bekerja di rumah. Lagi mengolah berbagai itung-itungan, pengelolaan keuangan untuk di Semi Palar... Kalau sedang mengerjakan hal ini, saya lebih suka bekerja di rumah supaya bisa lebih fokus. Di sekolah memang banyak distraksi, karena selalu aja ada hal menarik di Rumah Belajar. Lagi pula saya itu orang yang senang ngobrol. Jadi kalau ada yang ketemu dan memantik obrolan, jadinya susah berhenti... 😁
Di sela-sela pekerjaan tersebut, saya juga mengkoordinasi berbagai hal lewat grup WA. Apakah itu di grup LingKung, LingKung Belajar ataupun LingKung Rumah. Di grup panitia FestLit juga sedang banyak hal yang sedang dipersiapkan, belum lagi hal-hal lainnya. Kalau dilihat, ya distraksinya tetap banyak juga, tapi di rumah saya lebih mudah pindah kanal-nya dibandingkan di Semi Palar. Satu grup baru yang lahir di TP21 ini, grup WA ngobras ada pantikan yang menarik. Setelah makan siang, video Youtube yang ditempatkan @budhi di grup Ngobras saya cermati... Ya betul. Manusia modern sekarang dikendalikan oleh algoritma dan tanpa disadari konten-konten sosmed tersebut membajak perhatian kita dan menguasai ruang kesadaran kita...
Karenanya manusia sekarang serba cemas, serba over-thinking, sedikit-sedikit perlu banyak healing dan seterusnya. Karena sosial media, amygdala para pengguna Sosial media dipantik menyala terus-menerus dan menguras enerji kita sehingga akhirnya kehidupan kita lepas dari kendali kita manusianya. Ya... kita dikendalikan oleh algoritma, AI dan seterusnya - yang notabene diatur oleh sang pemilik platform yang sebagai pemilik modal mengendalikan kita semua untuk berbagai kepentingannya... Mengerikan, tapi ini tidak banyak disadari.
Bicara soal mengerikan, sorenya saya menemukan video di bawah ini yang muncul di timeline Youtube saya. Entah algoritma atau sinkronisitas, saya tidak tahu. Mungkin juga keduanya... Dan ya visual video ini cukup mengerikan - untuk itu saya mohon maaf. Tapi mudah-mudahan tampilan visual ini menggaris bawahi apa isinya, bagaimana sosial media telah merusak kesadaran kita - para penggunanya...
Berkesadaran menjadi kata kuncinya. Saya sendiri sudah sangat berjarak dengan Media Sosial. Tapi bagi yang masih jadi pengguna Media Sosial, saya kira ini tantangan besar. Berkesadaran di dalam ruang yang dirancang untuk merusak kesadaran manusia tentunya sulit - walaupun bukan tidak mungkin. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat. Salam.
Tulisan terkait : Tidak Paham (lagi) Media Sosial
Photo by Nhaan Ngo: https://www.pexels.com/photo/woman-holding-a-burning-newspaper-11616960/
Wah ternyata video Youtubenya sudah diremove oleh pembuatnya. Sayang sekali. Nanti coba dicarikan penggantinya. Salam.