Setiap hari kita akan menemukan perbedaan. Bukan hanya hari yang berganti, tapi akan ada setiap tantangan yang dihadapi. Cuaca yang cerah bisa tiba-tiba berubah jadi mendung. Kemarin rasanya matahari bersinar terang dan suhu panas menyapa, hari ini hujan deras dan angin kencang datang hingga kita tak bisa kemana-mana. Perbedaan yang akan kita hadapi ada yang bisa kita prediksi ada pula yang tak bisa kita prediksi. Berjumpa dengan orang-orang yang berbeda setiap harinya memberikan pengalaman yang selalu menantang. Dari hari ke hari pasti ada saja hal berbeda yang mewarnai kisah kita.
Semakin hari aku semakin menyadari ada banyak perbedaan dalam keluarga kecilku. Aku yang suka bubur tidak diaduk, suami yang suka bubur diaduk. Aku yang suka makan coklat diemut, anaku suka makan coklat dikunyah. Aku suka buah-buahan yang asam, suami suka buah yang manis. Aku suka jalan-jalan dan jarambah, suami mageran pengennya di rumah aja. Aku kalau harus memilih pasti lama dan banyak pertimbangan bahkan milih baju pun mikirnya lama. Kalau suami dan anakku kalau milih apapun serba cepet. Aku dan anakku suka nasi goreng tanpa kecap, kalau suami sukanya nasi goreng pakai kecap. Hahahaha. Kami yang hidup bersama saja banyak sekali perbedaannya, apalagi dengan orang lain yang baru dikenal atau dalam lingkungan pertemanan. Mereka tentu memiliki pandangan dan pengalaman yang membentuknya jadi seperti itu.
Kita dilahirkan dengan berbagai perbedaan, setiap individu itu unik dan tidak ada yang sama sekalipun anak kembar. Perbedaan pendapat, pandangan, kesukaan, dan perbedaan dalam menikmati perjalanan hidup tidak akan pernah terlepas dari keseharian kita. Ada yang selalu takut akan hari esok, ada yang sangat menikmati hari ini sampai tak ambil pusing apa yang akan terjadi besok, tapi ada juga yang masih terbelenggu dengan masa lalu sehingga sulit melangkah maju. Perbedaan pendapat tentang salah dan benar juga keyakinan dan keraguan tak bisa terhindarkan. Ada yang sangat amat yakin dengan pendapatnya dengan menjatuhkan opini orang lain hingga menimbulkan pertengkaran, ada yang ragu-ragu sehingga bias makna. Pada dasarnya perbedaan itu hadir bukan untuk saling menjatuhkan. Dari perbedaan sudut pandang kita jadi bisa melihat secara menyeluruh. Tentang cantik dan jelek atau enak dan tidak enak. Banyak yang memperdebatkan hal itu hingga saling bermusuhan. Menurutku itu masalah selera. Aku suka yang ini, kamu suka yang itu. Tidak masalah. Aku suka dengan alasanku, kamu suka dengan alasanmu.
Bukankah pelangi indah karena perbedaan warna?
Ya, setiap dari kita hadir untuk saling melengkapi. Manusia si makhluk sosial. Tak peduli sebanyak apa perbedaannya, jika kita fokus pada hal baik dari sebuah perbedaan, kita tidak akan bertengkar melainkan menjadi lebih kuat dan semakin saling menyayangi.
Sweet ka Novi.. kita hadir untuk saling melengkapi.. ☺️