Sore tadi Dani membuka satu tautan dan memperlihatkannya padaku. Sebuah video tentang tanaman yang bermain musik. Tentu bukan seperti musik dan alat musik yang kita kenal selama ini. Melainkan sebuah alat yang mampu mengkonversi bio ritme tanaman menjadi musik. Caranya dengan menempelkan dua buah sensor sebuah alat pada tanaman dan alat yang bernama PlantWave itu akan mendeteksi variasi gelombang yang ada pada tanaman oleh karena pergerakan airnya. Variasi gelombang itu lalu diterjemahkan menjadi nada sehingga kita mendengarnya seolah tanaman itu menghasilkan musik. Wow banget deh ini..
Lalu di video itu ada beberapa jenis tanaman yang diperdengarkan dan berbeda-beda nadanya. Yang membuatku sangat tertarik karena instrumen musik itu memberi efek yang berbeda-beda ke tubuhku. Aku memang cukup sensitif dengan suara, dan dapat merasakan perbedaan energi antara satu lagu dan lagu lainnya.
Lalu dengan penasaran aku minta Dani untuk mencari lagi PlantWave di mesin pencari lalu Dani memutar satu video yang tampilannya adalah aneka tanaman dengan sensor menempel di daunnya, dan mereka 'bermain musik' seperti sebuah orkestra. Pada judulnya dituliskan bahwa instrumen itu beresonansi dengan Heart Chakra.
Aku pun jadi penasaran, 'Yuk keluar' ajakku, lalu kami ke taman depan rumah yang beberapa hari ini memang sedang kami tata.
Aku coba memegang daun Xanadu dengan kedua tanganku seperti sedang bersalaman dengannya, lalu kucoba berfokus padanya sembari berintensi untuk menerima getarannya di badanku. 'Woww.. !' aku tak menyangka karena energinya terasa beresonansi dengan Root Chakra! Lalu kupegang daun Caladium yang kebetulan ada di dekatnya, lagi-lagi woww... getarannya terasa di area dada dan seperti membuka hati dan mengajak menengadah. Dani yang mendengar celotehku saat mendeskripsikan apa yang kurasa lalu menyahut, 'Keladi itu namanya Heart of Jesus.' 'Oh.. mungkin juga karena bentuk daunnya menyerupai hati' imbuhnya.
Satu persatu lalu kusalami aneka daun yang ada di taman sembari terus mendeskripsikannya ke Dani. Ada yang beresonansi ke Sacral Chakra, yang membuat perutku seolah ada jadi ember yang berisi air. Ada yang terasa memberi berat di tubuh bagian bawah. Ada yang seperti mengajak bergoyang. Ada yang seperti tidak mau disentuh. Penasaran oleh respon yang diterima kami pun sejenak menganalisa lalu beranggapan bahwa ia sedang tidak mau diganggu karena kemarin baru dipindah ke pot yang baru.
Dari aneka tanaman itu, daun yang berbentuk hati dengan tulang daun yang tegas seperti tanaman kuping gajah dan keladi rata-rata mempunyai resonansi ke Heart Chakra. Yang menarik juga adalah tanaman Krisdoren yang rasanya seperti sebuah mahkota di kepala dan tanaman Gelombang Cinta yang terasa gelombangnya di panggul seperti sedang menggoyang ember berisi air.
'Sama seperti batu-batu ya' kata Dani.
'Iya... ' jawabku..Tanaman-tanaman tertentu berarti bisa dipakai untuk mengakses kebutuhan seseorang terkait keselarasan chakra tertentu juga, sama seperti batu-batuan atau kristal.
Oleh rasa penasaran aku beranjak ke kebun sebelah dan memegang pohon kaktus dan tanaman lotus disana. Tak terduga, ternyata energi kaktus sangat kuat mengajak untuk grounding, mungkin karena kadar air dalam pohon kaktus yang tinggi dan kepadatannya sehingga terasanya seperti itu. Sementara Lotus, seperti fungsinya untuk sembahyang, ia mengakses Crown Chakra dan memberi penyelarasan ke arah atas, mungkin juga karena karakter tanamannya yang menjulang ke atas dan seperti payung di atas.
Apa yang kami alami sore ini sungguh sebuah berkat yang istimewa. Sungguh sore yang seru... woww...
WOW... 😃