AES045_AFK 30 Hari Dari Bandung
Tatha Wu
Friday May 8 2026, 8:20 PM
AES045_AFK 30 Hari Dari Bandung

Setelah yang kami kelas 11 Sasando akhirnya datang, penjelajahan ke Desa Ngadimulyo, Dusun Ngadiprono, Temanggung. Setelah berbagai proses yang kami telah siapkan, dari yang awalnya kami akan ke Bangka Belitung, Timor, dan kami pilih Temanggung. Kami berangkat dari halte Cicaheum jam 17:00, tanggal 4 Mei 2026, naik bus Budiman jam 6:30. Saat itu sedang hujan deras dan macet dimana-mana. Sebelum aku berangkat ke Cicaheum, aku sempat menangis saat pamit dengan Mamah dan Popoh (Nenek), mereka berdua ga bisa ikut antar ke Cicaheum. Aku menangis karena bakal lama meninggalkan Bandung, jauh dari Papah, Mamah, dan Popoh. Aku bakalan meninggalkan beberapa kegiatan yang biasanya aku lakukan. Saat di halte pamit dengan Papah, aku nangis lagi sebentar 😀. Kami hanya berangkat berenam, didampingi oleh Kak Gina. 2 teman kami yang lain tidak bisa ikut, dan Kak Bayu juga tidak bisa ikut untuk sekarang.

Kami masukin tas carrier ke bagasi dan membawa tas kecil ke dalam bus. Penumpang bu hari itu tidak terlalu banyak yang naik di Cicaheum, sepertinya ada 2 penumpang yang mau pulang kampung, karena saat mereka berbicara logatnya terdengar sangat Jawa. Singkat cerita, bus berangkat agak telat 15 menit mungkin, dan langsung jalan. Selama perjalanan kita tidur. Aku sempat bangun saat kita sudah di Nagreg, jalannya luar biasa belok belok, dan Bus Budiman melaju lumayan cepat, jadi kaya kapal pecah kalo kata orang dulu mungkin yah wkwkwkwk. Teman teman yang dibelakang ada yang mual, aku kadang tidur kadang bangun, Kak Gina tidur pulas, dan ada yang ngejengkang kebelakang karena kursinya logor 🤣. 

Lalu jam 01:30, kami MBGTM (Makan Bergizi Gratis Tengah Malam, awwkawoawk bercanda bercanda) di Lumbir, Banyumas. Datang kesana tinggal tukar tiket dan makan. Menunya ada tempe mendoan, telur opor, ayam goreng, dan pop mie. Karena konsepnya itu prasmanan, jadinya bebas mau makan nasi atau pop mie. Kami hanya diberi waktu makan & ke toilet selama 30 menit. Setelah makan, lanjut jalan lagi deh. 

Kami tidur lagi dan saat bangun kita sudah sampai di Temanggung, jam 05:00 pagi. Dijemput oleh temannya Mas Ahmad (orang yang kami kontak untuk izin datang ke Temanggung) menggunakan angkot, menuju ke pasar Temanggung untuk membeli sayur dan perabotan. Namun sayangnya pasar yang bagian perabotan masih tutup, jadinya kita hanya sempat beli sayur untuk makan malam. 

Karena kita kelelahan untuk masak siang, kita membeli sayur matang dari warung pinggir jalan. Kita memilih tempe kecap manis pedas dan ati ampela pedas. Lalu kami lanjut lagi hingga sampai ke rumah yang akan kita tinggali selama sebulan. Rumah ini punya Pa Endro (atau Hendro yak? Antara 2 itu deh), sudah lama tidak ada yang tinggali karena Pa Endro tinggal di rumah yang satu lagi untuk menemani Ibu nya. Terakhir kali rumah ini ditinggali itu oleh siswa-siswi dari Unnes, aku lupa lagi tepatnya mereka dari kota mana, yang mirip adalah mereka datang untuk berbaur dengan dan membantu warga sekitar, kalau tidak salah mereka menetap selama 3 bulan katanya. 

Setelah sampai dan beberes barang, kami berkenalan dengan Pa Endro, dan sempat keliling sebentar untuk melihat layout dusun ini. Lalu kami kembali ke rumah untuk istirahat, hampir semuanya tidur. Saat yang lain sudah tidur, aku masih bangun karena ingin menggambar di tabletku, tidak lama kemudian tiba-tiba ada 2 anak perempuan masuk kedalam. Aku pun kaget, mereka Dia mengetuk pintu atau bilang permisi. Ternyata yang datang ini namanya Hilya (anaknya Pa Endro) usia 5 tahun dan Shanum (dia anaknya Mba Siti, warung yang menjual Wifi, namun saat hari itu aku tidak tau dia anaknya siapa) dia tidak tau usianya sendiri. Mereka datang untuk berkenalan, sebenarnya pas kita baru sampai sudah ketemu Hilya, dan Pa Endro bilang Hilya senang kalau ada tamu dari luar kota dan jumlah orangnya banyak, seneng ngajak main Kakak-kakak. Mungkin mereka datang karena mau ngajak main juga. Mereka berdua lumayan aktif banyak nanya tentang Bandung dan tentang apa yang kami akan lakukan selama sebulan. Kami mengobrol cukup lama, Hilya sempat mencoba untuk menggambar di tabletku, dan wkwkwk lucunya ni anak bingung cara pakai pulpen digital. Lalu mereka pulang untuk makan, aku pun ikut tidur. 

Yah singkat cerita saat kita bangun, kita berkunjung ke rumahnya Pa Endro untuk berkenalan lebih lanjut lagi, dan ngobrol santai. Jujur, aku ga ingat kita bahas apa aja, karena masih ngantuk berat wkwkwkwkwk. Untungnya ga lama banget disana, kita masih pada cape semua juga.

Aku menulis AES ini tanggal 8 Mei, dan sepertinya aku ga bisa tulis AES per hari, karena jadwal kita yang kocar kacir kemana mana, hehe. Kalau sempet aku bakal ceritain kegiatan disini kok 😄.

You May Also Like