Saint Michael, Maryland
Hari ini panas sekali. Menurut ramalan cuaca, suhu akan di atas 90 F, dan
benar saja, siang hari suhunya sudah mencapai 96 F (35.6 C) dengan kadar kelembaban 100%. Benar-benar seperti di sauna. Namun cuaca panas apapun tidak menghalangi kami berempat untuk ngebut ke Maryland untuk makan kepiting.
Dari Newark, Delaware kami menuju Wilmington terlebih dahulu untuk membeli tiket bus untuk Nina dan saya ke Washington, D.C. besok pagi. Sengaja membeli sehari sebelumnya agar tidak kehabisan. Tiket bus lebih murah dibandingkan tiket kereta api, Bus 'Greyhound' hanya $19 saja per-orang, sedangkan kalau naik Amtrak kami harus bayar $37 per-orang. Karena kami mau ngirit akhirnya kami pilih naik bus.
Sesudah membeli tiket, kami langsung ke Maryland. Untungnya mobil kawan kami ini ber-AC, sehingga kami sama sekali tidak terganggu dengan suhu di luar. Kali ini pemandangannya datar sekali, sebab di sisi highway cuma ada kebun jagung terus menerus, dan katanya emang jagung di Maryland enak sekali (padahal menurut saya kalau dibandingkan jagung Lembang, ya kayaknya mah masih enakan jagung Lembang hahaha). Perjalanan ke St. Michael ini memakan waktu sekitar 2 jam. Jaraknya sekitar 140 Km lebih dari Newark, Delaware. Sepanjang jalan kami terus mendengarkan radio yang mengalunkan lagu lagu country. Lumayan lah seru juga…
Kami tiba di St. Michael tengah hari, pas sedang lapar laparnya. Jadi kami langsung ke sebuah restoran yang dibangun persis di tepi teluk bahkan tempat kami duduk tepat di panggung di atas air, dimana di dekat situ ada sebuah kapal bermotor ditambatkan. Tempatnya menarik sekali, ramai dengan pengunjung. Kami langsung pilih meja dekat air dan pesan 1 lusin kepiting, 1 pitcher bir, 2 kentang goreng serta langsung mengunyah crackers yang memang disediakan gratis. Tidak beberapa lama kepiting diantar. Saya pikir tadinya kepiting itu akan disajikan dengan indah dalam sebuah nampan, eh ternyata tidak!!! Kepiting itu ditumpahkan begitu saja di meja yang memang sudah dilapisi dengan kertas yang sekali pakai buang… wah, surprise! Kami diberi palu kecil dari kayu untuk memukul kepiting. Palunya hanya sesekali aja dipakai karena bagus, jadi dibuat sebersih mungkin agar dapat dibawa pulang hahahaha… (ternyata akhirnya saya tahu kalau palu itu memang dijual dengan harga $1,56.. saya beli satu dan membawa pulang satu yang masih bersih hehehehe..)

Satu lusin kepiting ternyata tidak cukup apalagi dengan terus menerus minum bir saya dan Loc jadi semakin riang gembira (para ibu tidak terlalu suka bir) Kepiting habis, bir-pun tandas.. kami pesan kepiting dan bir 1 pitcher lagi… semakin riang, semakin lapar dan selera makan semakin menggila, eh ternyata waiternya baik hati, kepitingnya diberi lebih, tanpa sungkan sungkan lagi, ronde ke dua pun dimulai. Blue crab ternyata enak sekali apalagi ini masih segar langsung dari laut sebelum dimasak dan disajikan.

Selesai makan, kami jalan jalan sebentar dan masuk super market hanya sekedar mendinginkan tubuh. Di luar sunguh amat panas! Terlebih kami berkeringat karena jalan kaki dan kekenyangan hahah. Pemandangan di sekitar laut memang sangat indah, ada juga sebuah museum di sana, namanya Cheesepeake Bay Maritime Museum. Bentuk bangunannya unik berwarna putih dengan atap hijau . Di sekelilingnya penuh dengan perahu-perahu milik pribadi atau yang disewakan. Di sekitar situ juga ada mercu suar yang diberi nama The 1879 Hooper Strait Lighthouse. Mercu suar ini dibangun pada tahun 1879 sesuai dengan namanya dan sangat membantu para nelayan disaat teluk itu berkabut ataudi waktu malam hari. Kami berhenti sebentar untuk makan es krim, seperti biasa saya memilih butter pecan, es krim favorit, tapi menurut saya yang di Lowell jauh lebih enak. Sesudah melepas lelah, kami pulang kembali ke Delaware.

Tiba di rumah sudah sangat sore. Kami mandi, makan malam ala Vietnam, dan berkemas untuk ke Washington, D.C. Besok pagi bus akan berangkat pukul 8:10 pagi, maka kami harus sudah siap lebih awal biar bisa dapat tempat duduk yang enak. Kami tidur lebih awal kali ini.
Kami sudah ada di terminal bus jam 7:30 pagi. Lumayan banyak penumpang yang menunggu. Bus datang sesuai jadwal, cuma tidak ada tempat duduk tersisa. menyebalkan! 30 menit kemudian bus lainnya datang, eh.. malah pergi ke New York demikian pula bus bus berikutnya.. saya semakin jengkel. Saat itu sudah lewat jam 9 pagi.. akhirnya saya memutuskan untuk mengembalikan tiket dan minta full refund. Peraturannya 1 hari sebelumnya masih bisa full refund tapi kalo sudah mendekati jadwal maka akan kena potongan minimal 25 persen atau malah hangus sama sekali. Kami udah siap berantem karena sudah sangat jengkel, tetapi akhirnya kami dapat full refund dan jalan kaki ke stasiun kereta api yang cuma nyebrang jalan.. langsung beli tiket, naik kereta api dan melupakan Greyhound yang menyebalkanitu… sejak saat itu kami tidak mau lagi naik bus ini.
Pukul 12 siang kami sudah bersantai di Union Station, Washington D.C yang indah sambil menyantap hamburger untuk makan siang, sementara ransel besar yang kami bawa dan semakin lama semakin berat kami masukan locker yang tersedia di sana. Dan mulailah pengalaman kami di Washington, D.C. Kota yang indah ini.