KREATIF...??
Kalau berbicara, ‘kreatif itu membuat sesuatu yang baru atau berbeda dari yang lain’, apakah betul orang itu membuat hal baru yang benar-benar berasal dari idenya sendiri? Apakah cara yang digunakan betul-betul hanya ia yang bisa? Mungkin saat pertama kali ia menemukan karya tersebut, ia merasa itu adalah salah satu kemampuan kreatifnya. Bagaimana dengan karya selanjutnya, apakah ia akan merasakan hal yang sama?
Sebutlah di sini kita punya dua orang: Kreator, si pembuat karya dan Penikmat, orang yang suka menikmati yang nikmat-nikmat (maksudnya karya).
Saat merasa menemukan sesuatu, Kreator akan merasakan ‘eureka moment’. Itu kalau kata Mas Archimedes. Karena kita ada di tatar Sunda, maka sebutlah momen ini sebagai ‘njir moment’. Suatu momen berharga yang akan selalu diingat dan membuat lebih bersemangat. “Njiiirr… nemu ide baru nih!” kata Kreator dengan jemawa.
Di sisi lain, si Penikmat mungkin sebelumnya pernah melihat karya yang mirip (baik itu ide, bahan, maupun teknik yang digunakan) dengan buatan Kreator. Kemudian Penikmat mencap si Kreator tidak kreatif. Pada titik ini, si Penikmat tidak mendapatkan ’njir moment’ yang dimiliki Kreator.
Dari pemikiran diatas, saya melihat bahwa orang yang kreatif bukanlah ia yang bisa membuat karya atau hal baru. Karena sebenarnya tidak ada hal yang benar-benar baru di sekitar kita. Saat kita bicara tentang bahan, teknik pembuatan, atau ide, semua itu pasti sudah pernah digunakan oleh orang lain. Kreativitas ada saat seseorang bisa mengombinasikan ide, bahan, referensi, rasa, pengalaman, serta ‘njir moment’ menjadi satu rangkaian yang pas.
Jadi, bisa gak ya kita membandingkan atau menilai sisi kreatif setiap orang? Karena itu menjadi persepsi pada setiap masing-masing individu, dan hanya mereka yang merasakan ‘njir moment’-nya. Hmm…. (TD)
sepakat ka Tema.. kreatif itu eksplorasi diri. Kalau pengalaman dan paparannya mirip-mirip ya level kreativitasnya juga mungkin mirip-mirip ya. Dari sisi penikmat, kalau ada faktor jumawa, apresiasi kreatif jadi tergantung kerendahan hati, selain keluasan eksplorasi dirinya sendiri..
Halo kak Tema, tulisan ini telah terpilih untuk dibukukan, mohon izin tulisan ini diterbitkan di buku 5 Atomic Essay Smipa Pecah Telor [AES001], semoga berkenan ya. Terima kasih. 🙏🏻