AES 421 Washer & Dryer
joefelus
Monday July 18 2022, 12:13 AM
AES 421 Washer & Dryer

Burung-burung sudah ramai berkicau di luar. Sinar matahari sudah menembus celah-celah tirai kamar. Saya sedikit menggerak-gerakkan kepala, rasa pening masih ada tapi sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan kemarin. Saya akan tanya Nina apakah dia punya rencana hari ini. Yang jelas saya akan masukkan beberapa pakaian kotor ke washer, itu nanti bisa ditinggal dan ketika pulang nanti jika memutuskan keluar rumah bisa tinggal masuk ke dryer. Hidup sekarang ini sudah jauh lebih nyaman dibandingkan dengan jaman saya kecil. Nyuci jeans harus dengan sabun batangan, sikat, penggilasan dan sebagainya. Di jaman dulu mencuci pakaian bukan pekerjaannya yang menyenangkan.

Saya sudah mulai mencuci pakaian sendiri sejak jaman SD. Keluarga saya tidak pernah punya pembantu. Kami adalah keluarga sederhana yang berbagi tugas. Urusan pakaian, harus cuci masing-masing. Dan sejak SD saya tidak tega lagi membiarkan ibu saya mencuci pakaian. Saya ingat ember besar dan sabun batangan berwarna hijau atau biru. Sabun bubuk belum terlalu banyak dipakai, beberapa tahun kemudian baru ada yang namanya Rinso, sabun bubuk. Ember besar digunakan untuk merendam pakaian dengan sabun bubuk. Di sini saya mulai belajar tentang rencana, pakaian yang direndam terlalu lama menjadi bau, jadi harus benar-benar direncanakan dan diniatkan. Kalau sudah terlanjur merendam lalu penyakit malas keluar, jangan heran jika pakaian jadi bau hahahaha...

Mencuci pakaian secara manual saya masih lakukan hingga sudah menikah. Mesin cuci saat itu masih termasuk barang mewah! Pertama kali mengenal dan menggunakan mesin cuci dan mesin pengering justru ketika mulai hidup di rantau. Sejak saat itu saya mulai terbiasa hidup manja. Di rantau namanya mencuci pakaian tanpa perlu berbasah-basah, berlutut atau duduk dengan sikat di tangan, cukup dengan uang logam! Yang perlu diingat adalah menit, maksudnya saya harus mengingatkan diri sendiri menit keberapa saya harus kembali ke laundromat dan mengeluarkan pakaian yang sudah ducuci lalu dimasukkan ke mesin pengering. Kalau saya lupa, orang lain bisa mengeluarkan pakaian saya dan saya tidak suka orang lain memegang pakaian saya. Mencuci seperti itu saya lakukan selama bertahun-tahun hingga pulang ke Indonesia.

Pulang ke Indonesia saya langsung beli mesin cuci. Membayangkan mencuci dengan sikat dan penggilasan sudah membuat saya wegah dan malas. Begitulah kalau sudah terbiasa hidup "manja"! Masih ada satu perbedaan, di Indonesia saya tidak punya mesin pengering karena listrik sangat mahal! Jadi sesudah dikeluarkan dari mesin cuci, pakaian yang masih agak basah saya gantung dan dijemur dengan menggunakan rak jemuran. Well, ini bentuk kompromi karena tidak bisa menggunakan dryer.

Pindah lagi ke rantau, saya mengulang ritual jaman masih muda, yaitu menggunakan laundromat, jadi saya mulai banyak mengumpukan uang logam. Bedanya, hidup di rantau jaman muda itu di daerah tropis, jadi tidak masalah kapan saja saya bisa mencuci. Sekarang saya tinggal di daerah 4 musim. Mencuci ke laundormat ketika musim dingin sama sekali tidak menyenangkan. Tempat cuci pakaian terdekat jaraknya sekitar beberapa ratus meter dari apartemen saya tinggal. Kalau suhunya sejuk atau hangat saya sama sekali tidak keberatan, tapi kalau suhu minusnya sangat ekstrim, sangat menyengsarakan! Seperti di sini bisa sampai -27*C, itu tahun 2017 yang tercatat sebagai suhu terdingin selama 25 tahun terakhir. Saya akhirnya memutuskan untuk memiliki sendiri. Sambil mencuci saya bisa melakukan hal yang lain seperti sekarang ini saya mencuci dan menulis cerita tentang mencuci pakaian hahahaha...

Mencuci pakaian jika tidak memiliki mesin sendiri memang sangat mahal. Saya ingat kemarin waktu liburan di Hawaii, setiap kali mencuci pakaian saya bisa menghabiskan belasan Dollar. 2 lembar dry sheets di dispenser harganya 1 dollar, padahal kalau beli di supermarket 100 lembar hanya 2 hingga 3 dollar saja. Dry sheets adalah selembar kain tipis dari polyester yang dilapisi bahan kimia sebagai pelembut yang dimasukkan ke mesin pengering ketika mengeringkan pakaian. Disamping melembutkan dan dry sheet ini juga untuk menghidari efek statis. Pakaian yang sudah kering tidak akan lengket satu sama lain dan mengeluarkan bunyi "mprepet" hahahaha.. bunyi apa pula itu!!! Itu bunyi jika kain menempel satu sama lain ketika dilepaskan, di daerah saya terkenal dengan cuaca yang kering, tidak hanya mengeluarkan bunyi tapi juga bisa percikan api dan nyetrum! Sama sekali tidak menyenangkan kena setrum statis itu! Dry sheet sangat penting!

Sesudah memiliki pekerjaan yang stabil, saya memiliki mesin cuci dan mesin pengering sendiri. Saya bisa mencuci kapan saja. Kano yang nocturnal senang mencuci di malam hari. Ketika saya tidur dia sibuk mencuci dan mengeringkan pakaian. Bangun pagi saya bisa melihat keranjang cucian dia di depan mesin pengering. Nah anak satu ini memang sejak kecil sudah terbiasa dengan kehidupan yang "manja". Dia sama sekali tidak pernah tangannya basah mencuci pakaian sendiri seperti ketika saya kecil. Paling nanti kalau kami pulang ke Indonesia dia harus mulai terbiasa menggantung pakaian basah ke rak jemuran hahaha... Ini akan menjadi sedikit "culture shock" buat dia. Cuma sedikit tapinya, tidak seekstrim yang saya alami! hahahaha...

You May Also Like