AES 154 Kini Hidup Kembali
Zacky Hudaya
Wednesday December 7 2022, 6:51 PM
AES 154 Kini Hidup Kembali

Kini Hidup Kembali

   Tdak terpikirkan sebelumnya akan terjadi wabah yang sangat berdampak di setiap sisi kehidupan kita. Pandemi memunculkan banyak kebiasaan baru, butuh waktu untuk kita beradaptasi, Interaksi sosial pun lebih banyak secara virtual pastinya. Rindu ketika belajar dan bercanda tawa bersama teman kelas secara langsung. Lapangan parkir sekolah yang penuh dengan kendaraan masuk dan keluar mengantarkan buah hatinya untuk bersekolah, aktivitas warga Smipa di lingkungan sekolah, suasana ramai serta suara anak-anak bernyanyi dengan diiringi gitar yang dimainkan oleh Kakak. Takdir berkata lain, kita harus menjalankan seluruh kegiatan sekolah secara daring. Dua minggu pembelajaran secara daring tak terasa sudah terlewati, hingga dua tahun lamanya. Sungguh bosan sekali rasanya. Berada di rumah dan hanya bisa menyaksikan senyuman keceriaan teman dan Kakak pada layar laptop saja. Banyak hal yang dulu dengan leluasa kita lakukan saat ini tidak dapat kita lakukan lagi. Selamat datang di “kehidupan baru” mau tidak mau kita dipaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang bisa jadi merupakan norma baru dalam kehidupan kita.

   Kegiatan akhir semester menjadi sebuah kegiatan yang cukup special dan ditunggu-tunggu oleh anak-anak Smipa. Kegiatan babarengan ini biasanya dilaksanakan setelah pembelajaran akhir sebelum rapotan. Tradisi kegiatan babarengan menjadi ciri khas Smipa. Apa Babarengan itu? Mungkin bagi orang luar hal ini menjadi sebuah tanda tanya dan bagaimana kegiatan ini berlangsung. Babarengan sendiri adalah suatu bentuk  kegiatan bersama orangtua maupun dengan jenjang lain. Setiap tahunnya program/konsep kegiatan ini bisa berbeda-beda namun tujuannya yang sama. Kebersamaan itu yang paling terpenting. Beberapa pengalaman yang aku rasakan ketika babarengan bersama jenjang kecil. Bagaimana cara aku berkomunikasi ke anak-anak KBTK pasti berbeda ketika aku berkomunikasi dengan jenjang yang tidak jauh dengan aku. Cara menyikapi anak-anak yang susah diatur dan asyik sibuk sendiri, Kita pun sebagai yang lebih dewasa harus bisa mengendalikan anak-anak itu supaya bisa turut serta berkegiatan bersama dengan semestinya. Berkarya, membuat kostum memakai barang bekas, makan bersama, dan banyak lagi yang kami lakukan saat minggu babarengan itu. Rasa bahagia itu ada ketika mereka sudah mengenal dan bisa bercanda tawa ria bersama anak-anak ketika itu. Aku berharap tradisi babarengan ini tidak pernah pudar dan terus dilakukan setiap jenjangnya. Adanya kebiasaan baru ini tidak ada kata yang tidak mungkin untuk dilakukannya minggu babarengan ini. 

You May Also Like