AES 751 Lari Dan Lamunan
joefelus
Wednesday June 14 2023, 11:20 AM
AES 751 Lari Dan Lamunan

Keringat saya mulai membasahi seluruh tubuh walau napas sudah mulai teratur. Sudah lebih dari 5 putaran saya berlari, jadi setidak-tidaknya sudah sekitar 1km, mungkin sudah sekitar 8 atu 9 menit karena sudah beberapa lagu berganti. Saya terus berlari sambil mendengarkan playlist dari spotify untuk berolahraga. Berlari dengan beats yang cocok memang sangat menyenangkan, dan saya sadar bahwa lagu seringkali memberikan semangat dalam berolahraga.

Hari ini saya memutuskan untuk berolahraga di kampus bersama teman-teman kantor. Sekalian beristirahat dari olahraga intensitas tinggi, jadi saya hanya berlari santai. Targetnya sekitar 5km, biasanya tidak sampai 40 menit sudah selesai. Sesudah napas menjadi teratur saya bisa mulai melamun atau bermain dengan pikiran. Lagu-lagu sebagai pemanis, seperti kalau di film-film, lagu menjadi musik latar. Aneh kalau di film tidak ada musiknya. Playlist yang saya pilih memang mempunyai beats atau ketukan yang dinamis. Tiba-tiba musik berubah. Saya berlari sambil tertawa karena sepertinya Nina nakal dan memasukkan lagu My Bonnie yang dimainkan oleh kelompok komedi jaman dulu: PSP. Hadeuuuh.. lagu lucu ini bahkan dinyanyikan dengan suara yang mirip Louis Amstrong, serak-serak begitu lalu malah berubah menjadi dangdut. Sambil cengengesan saya terus berlari. Nina memang iseng sekali memasukkan lagu ini yang sempat mengacaukan ritme berlari saya.

Sambil menggeleng-gelengkan kepala saya melanjutkan lamunan yang tadi terputus gara-gara lagu. Yah, kita harus selalu berusaha menikmati hidup. Jangan terlalu serius terus. Hidup itu berlalu dengan lebih cepat daripada yang kita pikirkan. Belum lama rasanya masih duduk di bangku sekolah, tiba-tiba sudah merantau dan tanpa terasa anak semata wayang kini sudah mulai meniti karir. Kemana saja waktu itu selama ini?

Selama hidup seringkali kita membanding-bandingkan dengan orang lain atau bahkan berharap bisa menjadi seperti orang yang kita kagumi. Well, itu sah-sah saja. Tapi jika kita hanya terpaku pada jalan hidup orang lain, kapan kita akan memulai hidup kita sendiri? Waktu kita sangat terbatas, jadi jangan membuang-buang waktu dengan berusaha menjadi seperti orang lain atau terperangkap dengan segala aturan atau anjuran orang lain, karena itu semua merupakan hasil dari pikiran orang lain. Itu hal pertama yang saya lamunkan kitika sedang berlari.

Saya senang membaca. Banyak hal yang saya peroleh dari bacaan dalam menghadapi sesuatu. saya merasa pengalaman orang lain bisa saya jadikan pegangan dalam menghadapi permasalahan. Misalnya dalam mendidik dan membimbing anak. Yang kemudian saya pelajari adalah bahwa sesusungguhnya segala bentuk informasi yang saya peroleh itu bukan merupakan pengetahuan. Saya kemudian sadar bahwa sumber dari pengetahuan yang sesungguhnya adalah pengalaman. Seperti peribahasa mengatakan pengalaman adalah guru yang baik, itu betul adanya. Kita membutuhkan pengalaman untuk mencapai kebijaksanaan. Bacaan-bacaan itu hanya informasi yang mungkin berguna sebagai pembukaan, sebagai pemanasan. Yang utama nanti adalah mengalaminya.

Saya terus berlari, lalu membayangkan masa depan. Jalan setapak yang sedang saya tempuh menuju suatu tempat yang saya tidak ketahui. Nah disini serunya, tidak mengetahui apa yang akan terjadi memberikan banyak inspirasi bagi saya untuk menjalaninya. Siapa tidak penasaran? Bukankah di situ serunya? Sama seperti kalau kita menonton film lalu endingnya bisa ditebak, seru tidak? Nah mungkin di sini kuncinya: ketidaktahuan! Dengan tidak mengetahui ujung jalan yang sedang kita tempuh, kita akan terus bersemangat untuk berusaha mengungkap.

"3 miles reached!" tiba-tiba ada suara dari aplikasi yang saya gunakan. Itu artinya tinggal beberapa meter lagi saya mencapai 5km. Kegiatan berlari saya hampir selesai. Lamunan pun menjelang tamat!

Foto credit:  Tachina Lee on Unsplash

You May Also Like