AES-10 Sudah Berusia 40 Tahun? Jangan Buru-buru Menyesal
wibiarie
Wednesday November 19 2025, 4:48 PM
AES-10 Sudah Berusia 40 Tahun? Jangan Buru-buru Menyesal

Kadang kita melihat ke belakang dan merasa, “Harusnya dulu aku begini, harusnya dulu aku begitu…” Seolah-olah usia 40 tahun adalah garis finish, tempat kita menghitung apa yang kurang dan apa yang gagal. Padahal, kalau dipikir ulang, usia 40 tahun itu bukan akhir — justru titik start babak kedua kehidupan. Puber kedua katanya orang-orang bilang.

Tapi sebenarnya hal ini bisa dilihat dari perspektif yang berbeda.

Sekarang, coba kita membayangkan diri ini ada di usia 60 tahun. Rambut sudah putih, sendi-sendi sudah sulit digerakkan, mulai pikun, jalan pun lambat.

Tetapi klo boleh memilih, versi diri seperti apa yang ingin kita lihat di usia 60 tahun itu?

Apakah ingin menjadi seseorang yang sehat, bugar, dan penuh energi?

Ingin punya hubungan yang lebih hangat dengan anak-anak?

Ingin punya karier atau usaha yang memberi kebebasan?

Atau sekadar ingin menjalani hidup dengan tenang tanpa merasa kejar-kejaran dengan waktu?

Kalau jawabannya iya — kabar baiknya adalah: Kita yang mulai menjalani usia 40 tahun-an ini masih punya 20 tahun ke depan untuk mewujudkannya.


Dua puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Dalam 20 tahun, seseorang bisa membangun karier baru dari nol, menempuh pendidikan lagi, memperbaiki pola hidup, membentuk tubuh impian, memperbaiki hubungan keluarga, bahkan membangun bisnis dari kamar tidur. Banyak orang memulai perubahan besar justru setelah usia 40—dan hidup mereka berubah total.

Kadang, yang kita butuhkan bukan waktu lebih panjang, tetapi rasa syukur kita masih diberi waktu.


Maka, daripada menghabiskan energi memikirkan “seandainya”, mulailah bertanya:

“Apa satu hal kecil yang bisa aku mulai hari ini, supaya versi diriku di usia 60 nanti tersenyum dan berterima kasih?”

Mungkin sesederhana mulai olahraga 10 menit sehari. Ini bertujuan untuk melatih otot-otot dan sendi-sendi tubuh kita agar di usia 60 tahun nanti tetap bisa berolahraga, bergerak, bermain tenis misalnya. Saya sendiri memiliki seorang panutan, senior yang ada dalam satu klub tenis tempat saya bermain, kemaren tepat berusia 80 tahun, dan masih bisa main tenis. 

Bisa juga mungkin belajar skill baru 15 menit sebelum tidur. 

Mungkin mulai menyisihkan uang kecil untuk investasi jangka panjang.

Mungkin mulai mengurangi gula, agar terhindar dari penyakit diabetes yang bisa menyebabkan penyakit-penyakit lainnya- atau mulai membaca lagi, atau memperbaiki kebiasaan tidur. Atau mungkin mulai menulis di media Ririungan ini supaya apa yang kita tuliskan bisa dibaca oleh anak-anak kita agar meraka tahu buah pikiran orang tuanya, misalnya.

Perubahan besar tidak dimulai dari lompatan besar, tapi dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari.

Usia 40 bukan tanda bahwa waktu sudah habis.

Usia 40 adalah momen ketika Anda akhirnya cukup dewasa untuk mengenali apa yang benar-benar penting, dan cukup bijak untuk mulai memperjuangkannya.

Jadi ingat POT terakhir juga nih di mana Pak Faisal bilang bahwa orang tua jaman sekarang itu "Menolak Tua". Klo saya bilang sih, selagi bisa diusahakan tetap awet muda, gak ada salahnya kan hehhee.. Masih bisa ikut Trail Run, masih bisa renang 2000 meter, bersepeda dan lain sebagainya, misalnya. Yaaa gak jompo-jompo amatlah gitu.. Hehheee..

Jadi, yuk semangat.

Dua puluh tahun ke depan itu milik Anda.

Dan versi terbaik dari diri Anda sedang menunggu di sana.

Lei
@lei   5 months ago
Nice reminder Wibiii! Optimalkan yang masih bisa ya, semangat!
wibiarie
@wibiarie   5 months ago
Betul Lei, optimalkan yang masih bisa kita usahakan.. Semangaat..