Sehat itu mahal... kalimat itu ada pasti karena latar belakang tertentu. Bisa jadi karena memang ongkos berobat yang tinggi, bisa jadi juga karena ongkos pemeliharaannya yang tinggi, bisa juga karena butuh usaha yang tidak mudah, atau jika kata mahal itu diberi tanda kutip maka bisa juga karena sehat itu anugerah yang tak ternilai.
Yang mana? Lalu bagaimana?
Ada yang kemudian memilih membeli asuransi dengan harapan tidak akan kesusahan membayar biaya perawatan di kala sakit. Ada yang memilih merawat dengan olah raga rutin agar tubuh tetap bugar dan seimbang antara kalori yang masuk dan keluar. Ada juga yang mengatur asupan makanannya, memilih metoda diet tertentu, menambahkan asupan nutrisi tertentu dan mengurangi asupan tertentu pula.
Usaha yang berbeda pasti berasal dari dasar pemikiran yang berbeda pula. Ada yang tindakannya seperti berada di hulu, ada yang di tingkatan di hilir, ada yang di laut dan ada pula yang mengerjakan di semua lini. Mulai dari yang sederhana, mudah atau murah hingga ke yang menantang, susah atau mahal.
Lagi-lagi yang mana? lalu bagaimana?
Guruku pernah mengatakan bahwa sebenarnya yang ingin dicapai dari usaha mengembalikan keadaan alami tubuh adalah kenyamanan yang hadir tanpa perlu banyak usaha yang berlebihan.
Kata kuncinya adalah effortless. Satu kata kunci lain yang bisa ditambahkan barangkali adalah sustainable. Maka jika mengarah pada dua kata kunci itu maka pilihannya jadi lebih terbatas. Usaha mana yang tidak membutuhkan banyak energi baik material dan no material dan yang berkelanjutan.
Kalau begitu berarti : sehat itu mudah!