Sudah mendekati 6 bulan saya menulis "hampir" setiap hari, kurang beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 20 nanti. Seingat saya ada 4 hari bolong karena saya sedang dalam perjalanan dan pada saat yang lain saya salah menghitung perbedaan waktu sehingga terlewat, selebihnya saya berusaha terus setia. Menulis setiap hari itu gampang-gampang susah. Gampang kalau sedang banyak ide dan mood menulis sedang tinggi, kadang saya malah tidak sabar untuk menunggu hingga jam tayang berubah karena sudah ada tulisan yang antri yang tinggal menunggu untuk diklik untuk tayang, tapi sering juga saya harus berkutat dengan usaha mencari ide untuk menulis, seperti sekarang ini! Hahaha.
Saat ini saya sedang menunggu waktu pulang kantor, lalu menjemput Kano sebelum kemudian ke Gym untuk berolahraga. Hari ini saya belum punya tulisan dan ide. Sepanjang siang saya berusaha menimbang-nimbang mau menulis apa, tiba-tiba kepala saya mulai sakit karena dari tadi mencium bau masakan di dapur. Waktu saya check, ternyata ada seorang mahasiswi yang sedang masak.
"That smells very good!" kata saya sambil mengisi botol minum saya dengan es dan air dari mesin es yang memang ada di dapur.
"Thank you, it's only potato and bacon." Jawabnya
Kantor saya memang satu gedung dengan asrama mahasiswa. Kantor-kantor ada di lantai dasar, di lantai 2, 3 dan 4 merupakan suites, kamar-kamar mahasiswa yang termasuknya mewah karena ber-AC dan mempunyai kamar mandi di dalam sendiri. Ini memang asrama untuk para mahasiswa yang bersedia membayar "lebih".
Di lantai dasar ini ada lobby dimana seorang mahasiswa biasanya bertugas sebagai resepsionis di front desk, lalu di dekat front desk ada sebuah dapur yang dapat dipergunakan oleh penghuni gedung maupun karyawan yang bekerja di kantor, termasuk saya. Nah dapur itu letaknya tidak jauh dari kantor saya bekerja, jadi memang setiap kali ada yang memasak saya kebagian harumnya.
Entah mengapa, yang biasa saya suka bau bacon yang sedang dimasak, kali ini kepala saya jadi senut-senut. Mungkin karena saya mulai lapar dan cacing mulai meronta-ronta ketika disuguhi bau masakan yang sedap hahaha. Atau mungkin badan saya protes ketika mencium bau yang sedap sebab tadi siang saya hanya makan salad. Kebetulan di tempat kerja ada seorang teman yang menawari saya salad. Dia membuatkan saya salad dengan potongan ayam panggang yang dipotong sebesar jari tangan, lalu diberi grape tomato, timun, kalamato olives, dan beberapa keju mozzarella segar bulat kecil-kecil sebesar ibu jari. Karena saya memperhitungkan keju, saya memilih dressingnya balsamic vinaigrette yang rendah kalori. Saya tahu salad tidak cukup untuk perut kampung saya yang selalu diganjal nasi, jadi saya juga menikmati cornbread muffin yang kebetulan juga diberi oleh seorang teman di Bakeshop yang tahu bahwa saya penggemar cornbread muffin apalagi dia baru mengangkatnya dari Oven! Ini makan siang yang sangat istimewa, karena semua dibuat oleh teman-teman yang baik.
Saya memang agak bosan dengan makanan di dining centers sebab menunya kadang sama untuk berhari-hari, bahkan ada satu lokasi yang menyediakan hamburger sudah lebih dari 1 bulan. Entah production chef-nya malas, atau memang mereka kehabisan ide, atau mungkin juga karena para mahasiswa sangat menggemarinya. Kalau dilihat dari antrian sepanjang waktu makan siang, sepertinya memang para mahasiswa sangat suka makan hamburger. Antrian panjang juga selalu terlihat jika mereka menyajikan pasta! Kadang saya penasaran dan bertanya-tanya apakah mereka juga akan antri jika ada sate kambing dan gule hahaha.. yang saya pernah alami adalah orang antri sampai panjang sekali ketika saya membuat bubur ketan hitam bertahun-tahun yang lalu ketika ada acara budaya! hahaha. Baiklah waktu saya pulang sudah tiba, jadi cerita ngawur saya selesaikan sampai di sini saja. Salam!***