AES 509 Lamunan Kamis Pagi
joefelus
Friday October 14 2022, 10:40 AM
AES 509 Lamunan Kamis Pagi

Minggu ini sepertinya akan menjadi puncak musim gugur. Ketika pagi ini saja berjalan perlahan-lahan menuju kantor, kota terlihat penuh warna kuning, merah, coklat dan hijau. Udara begitu dingin, jika saya lihat ramalan cuaca, sepertinya pagi ini hanya 1 derajat celcius. Pantas jari-jari dan telinga saya mulai terasa sakit. Besok-besok saya akan mulai mengenakan kaus tangan dan topi yang menutupi telinga agar perjalanan saya di pagi hari menjadi lebih nyaman.

Pukul 7 pagi seperti biasa jalanan masih kosong. Saya bisa berdiri di tengah jalan tanpa takut tersenggol kendaraan. Kadang saya berpikir hidup memang tidak adil, kalau membayangkan kerja kerasnya orang di Bandung dengan di sini sepertinya berbeda sangat jauh. Saya ingat Pak Ono dan almarhum Ibu Ono harus keluar rumah pukul 2 pagi naik motor berdua untuk pergi ke pasar membeli sayur mayur, daging dan sebagainya untuk dijual kembali di warung milik mereka. Pukul 6 pagi biasanya jualan sudah siap. Kerja keras dengan keuntungan tidak seberapa. Orang di sini menurut saya termasuk menjalani hidup yang "manja". Kadang saya hanya tersenyum atau menggeleng-gelengkan kepala jika mendengar keluhan mereka soal beratnya hidup. Dalam hati saya berkata, mereka ini tidak tahu bagaimana kerasnya hidup di belahan dunia yang lain!

Mungkin pengalaman hidup yang keras di tanah air yang menjadikan orang-orang Indonesia banyak yang sukses di negeri orang. Bukan apa-apa, karena didikan sejak kecil yang tidak "manja" sehingga pekerjaan di sini menjadi terasa sangat mudah. Ambil contoh, Kano yang menurut saya sudah hidup dengan manja karena merupakan anak satu-satunya dalam keluarga dan hampir segala kebutuhannya terpenuhi, tetap di pekerjaannya dia disukai karena jika dibandingkan dengan pekerja di sini, Kano masih termasuk seorang pekerja keras.

"The managers want me to take more responsibilities, want to give me a promotion but I haven't given them any answers because the pay is not much different but the work is a lot harder." Kata Kano beberapa waktu yang lalu.

Saya selalu berusaha memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya pada Kano untuk menghadapi berbagai permasalahan sendiri. Segala keputusan yang dia ambil akan selalu saya dukung dan selalu siap memberikan pendampingan jika diminta. Pada dasarnya saya berusaha hadir dan siap membantu. Ini adalah pelajaran hidup menghadapi dunia nyata dan menurut saya baik untuk melatih dan membentuk karakter.

Angin berhembus kencang, dedaunan sudah mulai banyak yang rontok dan sebagian pohon-pohon, terutama yang termasuk famili legumes, entah nama umumnya apa, nama legume saya peroleh dari aplikasi Seek yang saya gunakan di HP untuk mengidentifikasi jenis pohon dan tanaman. Pohon ini yang pertama kali berubah warna menjadi kuning di daerah sini. Bentuk daunnya seperti daun petai cina atau daun asam. Di sini memang banyak sekali pohon ini, juga sepanjang jalan banyak pohon Ash yang juga daunnya kuning di musim gugur. Ada sejenis pohon yang menurut saya paling indah dan daunnya dari hijau berubah menjadi kuning lalu memerah. Ini bagus sekali dan kalau tidak salah sejenis pohon Chestnut. Pagi ini di tempat parkir semua pohon-pohon ini dengan indahnya menyajikan warna warni yang indah.

Pikiran saya terus berpindah-pindah, dari warna pohon, ke pola hidup orang sini, pekerjaan, Kano dan sebagainya. Ini tipikal pagi saya ketika berjalan kaki menuju tempat kerja. Saya memang selalu membiarkan pikiran saya melayang kemana-mana tanpa berusaha mengarahkan. Tapi pagi ini yang membuat saya sangat bahagia adalah warna. Ini mungkin kesempatan terakhir saya menikmati keindahan musim gugur di Fort Collins, jadi memang saya berusaha menikmatinya sebaik mungkin. Yang jelas jalan pagi menuju kantor menjadi saat saya menikmai banyak hal, saat saya untuk melamun, berpikir bahkan berefleksi singkat.

Keindahan yang saya nikmati pagi ini memberikan rasa syukur yang luar bisa. Mungkin saya bisa menganggap diri begitu beruntung memperoleh kesempatan semacam ini. Bukan hal yang permanen karena hidup memang hanya sementara, tapi ini kesempatan yang luar biasa yang bisa saya nikmati. Ya saya tidak henti-hentinya bersyukur dapat menikmati semua ini.

You May Also Like