Saya percaya, bahwa setiap dari kita pasti pernah merasakan atau mengalami masa kebosanan yang paling berarti dalam hidupnya. Mungkin tidak hanya sekali, bahkan sampai berkali-kali. Ketika semangat melakukan suatu hal, senang menjalaninya, bahkan merasa tertantang untuk dapat mengakhirinya dengan indah. Itulah bagaimana kita berproses. Sehingga suatu ketika dalam perjalanannya, kita akan berhadapan dengan rasa bosan yang tak terkira. Mungkin karena yang kita lalui terlalu mudah, terlalu sama, atau terlalu sulit dan membingungkan. Sehingga bagi kita hanyalah ada dua pilihan, bertahan ataukah mengakhirinya. Dalam menulis essay pun kita juga akan bertemu dengan kejenuhan. Mungkin karena kehabisan ide, kehilangan mood atau semangat menulis, atau asik dengan kesibukan lainnya sehingga menulis essay pun terasa cukup memberatkan.
Entah saya saja yang merasakan atau orang lain merasakan hal yang sama. Saya menyadari salah satu penyebab bosan karena kejenuhan adalah ketika tidak jujur pada diri sendiri serta enggan melakukan perubahan itu aja. Namun bagaimana cara pun memang hasrus tetap dijalankan. Sebenarnya memang ada banyak solusi cara agar menulis itu tak membosankan. Namun, balik lagi ke diri kita masing-masing. Apakah orang tersebut lebih semangat dan memiliki daya juang yang cukup besar. Pada kali ini saya merasa kalah terhadap diri saya sendiri. Entah bagaimana rasa semangat untuk menulis essay sangat kurang dan tidak pernah konsisten. Pada saat menulis essay pun terkadang sangat berat, bagimana pun memang harus dilakukan dengan maksimal. Istirahat mungkin adalah solusi karena pikiran kita butuh rehat sejenak untuk merefresh kembali ide-ide di dalam kepala kita. Saya hanya manusia biasa yang punya titik jenuh dan terkadang saya harus bertahan.