Baiklah, mari kita lihat akan sampai dimana tulisan ini dapat terwujud karena saya menulisnya dengan kepala kosong. Tubuh ini masih begitu lelah, bahkan barusan ketika berusaha membersihkan dapur saya agak sempoyongan, atau mungkin bahasa Indonesianya limbung. Saya tidak mampu menemukan kata yang tepat.
"Acara cuma 2 jam, capeknya sampai berhari-hari." Kata saya pada seorang sahabat ketika tadi siang ngobrol melalui aplikasi WA.
"Iya Jo, kita dah ga muda lagi." Timpalnya.
Saya berusaha mencari tahu bagaimana melawan rasa lelah. Hasilnya tidak banyak membantu. Yang saya peroleh adalah istirahat yang cukup, tidur yang cukup. Makan katanya seringkali dapat melawan rasa lelah. Hindari minum kafein dan alkohol. Minum banyak air. Nah semua itu sudah saya lakukan. Saya makan banyak, kok malah mengantuk hahhaha.. Kopi hanya saya minum pagi hari ketika sarapan, air tentu saja saya banyak minum karena ketika seseorang mengidap hashimoto, tenggorokan sering sekali kering, termasuk kulit sebetulnya; jadi memang tubuh saya memberi tahu jika saat tubuh membutuhkan air. tenggorokan saya terasa sangat kering dan mulai terbatuk-batuk, itu saatnya minum air. Mungkin cara yang terbaik melawan rasa lelah adalah beristirahat, membiarkan tubuh pulih kembali setelah sekian hari dirundung dan disiksa dengan berbagai kesibukan tanpa henti.
Hujan sejak siang hingga malam hari memang tidak membantu, tubuh saya terus menerus meminta beristirahat. Karena tidak banyak melakukan apa-apa, hanya membereskan beberapa hal, pergi ke tempat tanaman membeli beberapa karung tanah dan pot bunga, serta memindahkan tanaman dari polibag ke pot, lalu seharian saya hanya duduk di depan televisi. Saya terpaksa mengikuti keinginan tubuh dengan harapan jika sudah beristirahat cukup saya akan dapat melakukan aktifitas seperti biasa esok hari.
Tulisan ini kok seperti curhat ya? Hahaha.. Kalau begitu harus berhenti. Merasa lelah sesudah suatu kegiatan itu wajar kok. Malah saya sama sekali tidak menyesal, seru sekali melihat bagaimana teman-teman warga mafioso Sirpun berbondong-bondong mencoba makanan ala Indian. Ada yang bilang ini seperti makan pizza ala sirpun, karena bapak ini menaruh chili diatas fried bread hahaha.. ada-ada saja! Entah bagaimana perasaan para tetangga karena selama bertahun-tahun sudah saya jadikan korban eksperimen. Saya pernah menyajikan makanan Italia, Thailand, Vietnam dan lain-lain. Mungkin lain kali saya akan ajak mereka menikmati makanan Creole dan Cajun. Saya juga ingin memperkenalkan makanan ala Spanyol seperti misalnya Paella. Yang jelas saya tidak keberatan mengajak mereka bertualang kuliner berbagai tempat, itu satu-satunya cara berpesiar murah disamping saya dapat menyalurkan kecintaan saya pada makanan dengan memperkenalkan banyak hal yang dihasilkan dari dapur pribadi.
Foto credit: protrain365.wordpress.com