15 Desember 2022, tepatnya pukul 18:09:54. Sambil rehat saya keluar dari ruang tempat saya bekerja, memfinalisasi rapor-rapor yang dikerjakan para kakak. Beberapa kelompok sudah tuntas, beberapa baru saja selesai menanda-tangani buku Cahaya Bintangku yang baru saja selesai dijilid.
Terlihat betul wajah-wajah kakak yang lelah tapi berbahagia karena sudah berhasil menuntaskan proses panjang menyiapkan buku kecil ini. Bukan buku biasa, tapi ini buku yang bertuliskan catatan proses dan lebih penting tentang harapan ke depan - bagaimana satu demi satu individu yang namanya tertera di buku ini bisa berkembang lebih baik di proses selanjutnya.
Senang sekali bisa memegang kembali buku-buku ini secara fisik, setelah dua tahun berlalu kami hanya mengirimkan paket-paket informasi secara digital secara elektronik kepada rekan-rekan orangtua murid. Tahun ini, printer kembali sibuk bekerja, tangan-tangan kami membereskan kembali lembar-lembar kertas ini. Di ruang produksi, aa Oji dan tim Mujaer sudah siap untuk mengikat lembar-lembar kertas ini jadi satu buku kecil: Buku Cahaya Bintangku.
Terakhir kami membubuhkan tanda tangan kakak-kakak para penyusunnya dan di sebelahnya menempatkan stempel Semi Palar - Tumbuh Menjadi Harapan - di bagian penutup buku ini. Bagi kami itu bukan hanya nama, tapi sesuatu yang kami coba betul-betul hayati dan kami genggam erat saat menggulirkan proses ini di Rumah Belajar Semi Palar. Kami sering menyebut Buku Cahaya Bintangku ini sebagai surat cinta, juga berusaha betul meyakini bahwa kata-kata adalah doa.
Di luar proses ini, ada banyak peristiwa juga yang berlangsung di bagian lain Rumah Belajar Semi Palar. Ruang CoOp jadi penting juga karena logistik penunjang juga tidak kalah penting di waktu-waktu seperti ini.
Di sekitar waktu yang sama, kak Imam, kak Ine bersama kak Yuyun, kak Gina, kak Tema dan kak VInda juga menyempatkan diri menyiapkan pohon Natal kecil yang ditempatkan di teras depan kantor.
Ini juga jadi pelengkap apa dari beberapa peristiwa yang terjadi di Rumah Belajar Semi Palar, di senja dua hari yang silam. Esai saya hari ini memang mengisahkan, beberapa hal yang terjadi di balik buku-buku kecil berwarna kuning, jingga dan biru - di mana kita menempatkan narasi harapan kita. Harapan untuk teman-teman kecil (dan yang sudah tidak kecil lagi) yang sehari-hari berproses bersama di Semi Palar. Salam bahagia untuk semua.