AES913 Perjalanan Damai para Bhiksu di Amerika
Andy Sutioso
Monday January 26 2026, 7:45 PM
AES913 Perjalanan Damai para Bhiksu di Amerika

2300 mil. Lebih dari 3.500 kilometer, 19 orang bhiksu (pendeta budha) dan seekor anjing (Aloka) melakukan perjalanan damai melintasi banyak negara bagian dan kota-kota di Amerika Serikat. Dalam prosesnya mereka juga singgah di Washington DC. Beberapa video liputannya saya amati dan saya tidak berdaya menahan mata saya basah. Sangat mengharukan sekaligus menghangatkan hati. 

Jutaan masyarakat Amerika menyambut mereka di sepanjang perjalanan. Ribuan melakukan perjalanan jauh belasan jam hanya untuk menyaksikan rombongan bhiksu ini lewat di depan mereka - mungkin selama 20-30 menit. Ada sesuatu yang tidak terjelaskan yang mendorong mereka melakukan ini. 

Di tengah berbagai kekacauan yang kita lihat di Amerika Serikat, di perpolitikan mereka, konflik sosial dan berbagai kebijakan tidak masuk akal yang dilakukan oleh pemerintah di sana, saya kira kehadiran para bhiksu ini jadi sesuatu yang sangat dirindukan. Sesuatu yang menyembuhkan, sesuatu yang menyejukkan, memberi harapan.

Mereka tidak bicara sama sekali. Mereka berjalan dalam hening. Mereka tidak menyampaikan ajaran, khotbah, ceramah atau apapun. Mereka hanya berjalan, melambaikan tangan, menyapa, menyentuh, berdiri menatap mereka yang berdiri, bersimpuh di sisi jalan. Menerima dan memberikan bunga... Sederhana, tapi entah kenapa begitu menyentuh dan terasa sangat tulus... Beberapa hadir di atas kursi roda karena berbagai penyakitnya. Seorang veteran perang terlihat begitu emosional saat berhadapan dengan para bhiksu itu... Luar biasa. 

Seekor anjing yang ikut dalam perjalanan itu, Aloka juga punya cerita luar biasa. Aloka dibawa dari Kalkuta, India, sudah berjalan mengikuti rombongan bhiksu ini ribuan mil dan melanjutkan perjalanan ini di Amerika Serikat. Sampai di suatu titik, Aloka tidak mampu lagi mengikuti perjalanannya karena kakinya cedera diakibatkan perjalanan panjang yang dilaluinya. Aloka punya ceritanya sendiri, perannya untuk meruntuhkan benteng stigma dan labeling yang dibawa warga Amerika di berbagai titik yang dilewatinya. 

Hening punya kekuatan besar, di tengah kegaduhan dan kekacauan yang ada... Semoga kisah ini jadi inspirasi buat kita semua. Semoga perjalanan ini juga menjadi sesuatu yang ikut mendorong transisi kesadaran kolektif kita semua semakin tinggi - selaras dengan proses kesemestaan yang sedang bergulir. Terima kasih Aloka dan para pejalan kedamaian.