AE S94 Berbagi Cerita
Zacky Hudaya
Wednesday February 16 2022, 10:22 PM
AE S94 Berbagi Cerita

Banyak orang yang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan, apa lagi dengan lingkungan pertemanan yang cukup luas. Berbeda dengan aku, aku tidak mau menjadi orang yang cukup munafik dengan sombongnya memiliki lingkungan pertemanan yang cukup banyak. Jujur aku lebih memilih untuk melakukan kegiatan sendiri. Melakukan aktifitas sehari-hari sendiri, jalan-jalan sendiri, nonoton bioskop sendiri, cari jajanan enak sendiri. Berbeda ketika melakukan kegiatan tersebut dengan teman-teman. Mungkin banyak orang yang seperti itu, mereka semua takut jika sendiri dan tidak ada teman untuk mengobrol dan bermain. Aku sendiri pernah mencobanya dan memang sangat menyenangkan ketika melakukan kegiatan sendiri. Meluangkan waktu sejenak untuk diri sendiri, hal ini sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan mental. Jaman sekarang sangat keras kawan, menurut pengalaman pribadi yang aku rasakan jadi bukan ngadi-ngadi. Setiap orang memiliki opini masing-masing yang patut kita hargai. Menurutku percuma juga jika memiliki banyak lingkungan pertemanan namun kualitas pertemanan tersebut sangat buruk. Semua orang tahu bahwa teman adalah seseorang yang menemani perjalanan hidup kita. Dia mengenal kita dan sedikit banyak mempengaruhi hidup kita. Ada teman sekolah, teman kuliah, teman nongkrong, sampai teman hidup. Jika pertemanan dengan teman yang baik, maka pergaulan kita juga akan menjadi baik, dan kita nyaman menjadi diri kita sendiri karena pergaulan sangat memengaruhi kebahagiaan kita. Sayang sekali kawan, ternyata semua teman yang kita kenal itu belum tentu tulus berteman. Ada teman sejati yang benar-benar peduli dengan kita, ada pula teman palsu atau fake friend yang malah membuat kita jadi hancur. Nongkrong ke café sana sini dan mempublikasikan hal tersebut ke sosial medianya. Hal tersebut cukup biasa dan pasti semua anak baru gede pernah mengalaminya. Namun seorang fake friend tidak menutup kemungkinan untuk membicarakan keburukan di belakang kita. Jujur aku sangat benci dengan hal ini, mangkanya aku berbagi cerita kepada kalian dengan harapan berhati-hati ketika memiliki lingkungan pertemanan yang tidak pasti. Belajar untuk lebih respect terhadap teman, bagaimana pun kepribadian, pintar atau bodoh, kepercayaan, suku, warna kulit dia. Teman yang berkualitas menurutku memiliki  Kepercayaan yang tinggi pada teman yang membuat kita bisa bersikap jujur dan terbuka kepadanya. Mereka pun percaya sepenuhnya pada kita. Teman yang baik tidak akan menyalahkan, mereka memahami persamaan dan menghormati perbedaan. Teman sejati akan mengungkapkan kebenaran, teguran jika kita berbuat salah atau kurang baik.

 

 

 

 

You May Also Like