Setelah makan siang kami pun bersiap untuk melakukan workshop. Beberapa anggota mempersiapkan pakaian kemeja, cuci muka, membereskan beberapa barang bekas adonan yang sudah tidak terpakai. Satu per satu peserta mulai berdatangan. Kami mencoba agar tetap tenang dan mencoba untuk berpikir lebih positif, bagaimana pun caranya agar jalannya workshop bisa baik dan tidak terlihat garing karena satu peserta saja yang ikut. Syukur komunikasi kelas 10 sangat baik. Hal tak terduga bahwa mereka semua sangat komunikatif saat jalannya workshop berlangsung.
Sebagai panitia kami siap untuk membantu jika ada peserta yang melontarkan pertanyaan atau merasa kesulitan dalam pembuatan kertas ini. Cuaca terkadang tidak stabil, lantas bagian belakang seperti leher pun menjadi makanan sehari-hari. Belang pada leher bagian belakang adalah efek dari pada saat demonstrasi saat workshop berlangsung. Kami pun cukup bahagia karena para peserta cukup antusias dalam mengikuti workshop ini, peserta pun kerap untuk berbagi cerita terkait workshop kertas, ekspektasi pada saat melihat demonstrasi pembuatan kertas cukup sederhana dan memang semua orang bisa melakukannya.
Namun saat terjun ke lapangan sangat sulit. Ada pula peserta yang cukup kewalahan karena pembuatan kertas sering kali gagal. Para peserta heran melihat panitia yang begitu cepat dan sempurna pada saat pembuatan kertas berlangsung. Tepat pada jam 3 sore, kami mengakhiri dengan berbincang bersama dan membagikan beberapa kuis berhadiah. Para peserta pun ikut senang dengan ide yang kami buat, tidak lupa untuk sesi dokumentasi foto bersama. Menjadi cerita yang seru mendapatkan foto bersama semasa workshop kertas di sekolah.