AE S130 Pantulan
Zacky Hudaya
Tuesday May 17 2022, 11:52 AM

Tidak terasa satu semester sudah terlewati, pada semester dua kali ini rasa berbeda dibanding dengan semester sebelumnya. Entah mengapa, pada semester dua kali ini aku bisa lebih mencoba untuk tetap bisa berpikir positif. Maka dari itu permasalahan dalam diri kini mulai membaik, jujur dulu aku terkadang memiliki kepribadian yang cukup menyendiri. Rasanya sangat sulit sekali untuk bisa berkomunikasi dengan orang sekitar dan aku lebih memilih untuk melakukan segala aktifitas sendiri. Aku pun bingung dengan kepribadianku yang seperti itu. Diri sendiri pun bingung mengapa bisa seperti itu, apa lagi orang lain. 

   Aku pun sempat lelah menyikapi kepribadian  yang cenderung jarang sekali orang rasakan, ada kala aku sangat aktif berkomunikasi dengan orang-orang dan ada kala di mana aku menjadi pendiam dan segan untuk berkomunikasi dengan orang-orang. Tahun ini mungkin terbilang lebih baik, aku memiliki beberapa tujuan dan target pada tahun ini. Aku percaya bahwa tahun ini akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Memasuki semester baru rasanya sangat berbeda dari suasana hati dan juga suasana kelompok. 

   Walau aku memiliki kepribadian yang cukup introvert aku pun tetap berusaha untuk bisa berkomunikasi dengan teman-teman. Teman-teman aku pun bisa menerima kekurangan aku, aku sangat bersyukur dengan hal tersebut. Aku belajar untuk bisa tetap mengikuti pembelajaran bersama teman-teman dalam melakukan proyek. Proyek kertas daur ulang, notes kecil, kartu lebaran, hingga pembuatan Workshop kertas secara offline. Jujur aku banyak sekali kekurangan dalam melakukan proyek bersama dengan teman-teman. 

   Terkadang proyek sedikit terhambat karena aku, kedepannya aku harus memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan segala tantangan. Aku sangat percaya dengan Tuhan di atas, sebelum melakukan aktifitas harian aku tidak lupa untuk mengawali hari dengan berdoa. Berdoa agar hari ini bisa menjadi hari yang baik, bisa dijauhkan dari segala mara bahaya. Aku sangat bersyukur dengan rutinitas yang selalu aku tidak pernah lupakan sebelum mengawali pembelajaran bersama teman-teman. Kebiasaan ini sudah aku lakukan bersama teman-teman sejak dulu. 

   Waktu hening namanya, waktu hening sendiri bisa terbilang seperti meditasi. Durasi waktu setiap kelas berbeda-beda, biasa kami melakukan waktu hening sekitar 10 hingga 15 menit. Memejamkan mata, duduk tegak bersila, dan mengatur setiap masuk dan keluar nafas. Hal ini sangat membantu sekali, apa lagi dengan orang yang sering kali mengalami kecemasan berlebih. Hal ini sangat membantu agar bisa lebih tenang dan mencoba untuk berpikir lebih positif. Lantas hal ini membantuku jika aku dalam situasi kecemasan berlebih hingga terkadang selalu overthinking

   Namun syukur pada semester ini aku mencoba untuk lebih bisa mengontrol bagaimana rencana tindak lanjut jika mengalami kedua masalah diatas. Memiliki kepribadian yang berbeda dengan orang-orang pada biasanya sedikit membingungkan. Cerita pada saat saya melakukan riding sore bersama beberapa teman-teman, aku melihat beberapa anak yang memiliki penghasilan yang cukup rendah. 

   Mereka rela kehujanan dan kepanasan untuk menjual beberapa makanan, peralatan dapur, hingga ojek payung. Mungkin karena aku terlalu sensitif aku merasa sangat sedih melihatnya. Terkadang aku berdoa dalam hati agar mereka semua bisa hidup bahagia, dikuatkan, dan dilimpahkan rezekinya. Namun suatu saat ketika aku berani untuk berkomunikasi dengan orang lain aku pun terkadang membelinya walau sedikit. 

   Berbeda cerita ketika aku dan teman-temanku pergi ke Jakarta, aku sedikit terkejut ketika memasuki mall tersebut. Lantas bocah-bocah jaman sekarang mengikuti gaya trend yang sekarang. Terkejut dengan merk outfit mereka yang bisa mencapai lebih dari 10 juta. Seluruh orang boleh berpendapat, mungkin dari aku hanya satu. Membeli suatu barang yang kita suka bukan orang lain suka dan pakai barang tersebut sebagai fungsinya bukan gengsinya.