Malam itu kami terbagi kembali menjadi dua kelompok. Ada yang difokuskan untuk membeli perkabelan, dan ada juga yang difokuskan untuk membeli semua perlampuan yang kurang. Komunikasi paling penting dalam menjalani seluruh rangkaian kegiatan pada hari ini. Maka dari itu kuota adalah bekal kami menjadi seorang volunteer, atau solusi paling jitu minta kuota teman. Hal ini kerap terjadi dengan sahabat saya yang turut serta membantu jalannya persiapkan kami sebelum hari H. Walau dengan keterbatasan alat kami bisa menuntaskan segala ketuntasan yang wajib selesai sebelum hari esok.
Mulai dari memasang bambu untuk string lights dan memasang lampu sorot tenda. Seluruh kegiatan itu terbagi menjadi tiga kelompok agar lebih cepat tuntas. Alhasil kami beres pada waktu yang tak diduga-duga. Tepat jam 03.00 pagi kami selesai, namun tak ada rasa ngantuk yang saya rasakan namun kebersamaan yang saya rasakan ketika itu. Mulai dari Milo, si badut yang suka mencairkan suasana kelompok, Reyhan si bahan candaan kelompok, Rivaldo si tinggi yang suka membantu memasang segala perlampuan tenda, El dan Ridwan yang sering menasehati kami semua ketika kami kerja. Segala macam hal baru dapat saya dapatkan hari itu. Perjalanan belum usai, sebagai tim loading in/out kami cukup bekerja lebih keras dibanding tim-tim lainnya. Saya bersyukur sekali menjadi bagian dari event ini, walau hanya menjadi ‘volunteer’ saya bisa mendapatkan banyak pengalaman dan insight baru pastinya.