"I know what you did last year", ini awal kalimat yg ingin saya gunakan sebagai pembuka obrolan hari ini. Saya curi dari judul salah satu filem yg entah saya pernah lihat dimana, yang pasti tidak pernah berniat untuk menontonnya, lalu saya pelesetkan sedikit. Iseng saja.
Saat ini menjelang tengah malam, saat pergantian tahun. Biasanya saya rajin menunggu seolah-olah mengikuti proses menyeberang dari tahun yang sedang di jalani menuju seberang, tahun yang baru. Malam ini sepertinya saya tidak akan menunggu, saya lebih memilih beristirahat saja supaya besok, hari pertama tahun 2026 saya bisa lebih produktif daripada mengantuk seharian. Biasanya begitu, karena malam tahun baru tidur terlambat, hari pertama di tahun yang baru jadi terbuang percuma, tersia-siakan. Sayang!
Saya sudah mengalami banyak pergantian tahun diberbagai tempat. Di Timur yang lumayan gegap gepita penuh dengan suara kembang api dan terompet, di Barat yang cenderung hening, hanya bunyi gelegar di penghujung tahun karena tempat tinggal saya dekat dengan taman kota dimana diselenggarakan acara kembang api besar-besaran, dan pernah juga di tengah samudra Pasifik dimana malam tahun baru terasa seperti di tengah perang karena seluruh kota penuh dengan suara petasan dan kembang api. Bunyinya luar biasa hingar bingar dengan bau mesiu yang dihasilkan oleh petasan. Begitu semua usai seluruh kota menjadi gelap karena kabut asap kembang api dan petasan hingga lampu penerangan jalan pun menjadi samar karena tebalnya asap. Banyak manula yang harus ditawat ke rumah sakit karena kesulitan bernapas. Lalu kemudian diimbau agar mereka mengungsi ke tempat yang tinggi karena memang lebih mudah para manula yang dikendalikan daripada jutaan masyarakat umum. Itu yang saya ingat.
Keinginan saya sebetulnya bukan merayakan pergantian tahun secara fisik dengan pesta, dengan menyaksikan kembang api, atau hingar-bingar lainnya. Bagi saya mengalami itu semua sudah lebih dari cukup. Toh setiap tahun hampir sama, bahkan sesudah selesai pasti disertai rasa lelah karena sebetulnya sudah lewat saat istirahat. Apalagi jika di daerah wisata seperti beberapa tahun gang lalu saya menunggu saat perpindahan tahun di tepi pantai bersama ribuan orang yang mayoritas adalah pelacong. Hingar bingar karena penuh dengan orang berpesta bahkan ada yang terjerembab karena terlalu banyak mengkonsumsi alkohol. Saya sendiri kelelahan ketika tiba kembali di hotel. Esok harinya daerah wisata terlihat sangat sepi karena mayoritas orang-orang masih tertidur. Hari pertama di tahun yang baru yang disia-siakan.
Saya bukan orang yang nyinyir, yang anti perayaan perpindahan tahun, sama sekali tidak. Saya bahkan dulu senang menjadi bagian keseruan itu, mengadakan pesta dan sebagainya. Beberapa tahun yang lalu malah saya dan beberapa sahabat mengadakan pesta lumayan mewah dengan menu prime ribs dan lain-lain. Saya hanya ingin tahun ini dilalui dalam keheningan dan lebih banyak merenung ke dalam daripada penuh dengan hura-hura. Mungkin memang faktor usia juga hahaha sehingga saya sudah tidak mampu terjaga hingga lewat tengah malam, jad saya memilih melakukan sesuatu yang lebih memiliki kegunaan.
Tahun 2025 memang tahun yang membingungkan bagi saya. Itu yang paling saya rasakan pada malam tahun baru. Sepanjang tahun saya sibuk "mencari". Sebetulnya ini adalah proses yang sedang berlangsung dari pertengahan tahun sebelumnya, hanya saja proses itu begitu banyak tersendat karena berbagai distraksi yang harus saya hadapi seperti memperbaiki rumah yang berlangsung selama berbulan-bulan. Di awal tahun ketika proses perbaikan rumah selesai, saya lanjutkan dengan "berhias" seperti remodeling dapur, penambahan pernak-pernik, hiasan, dan sebagainya yang juga berlangsung lumayan lama. Begitu seluruhnya selesai, saya mempersiapkan kunjungan Kano dan teman-temannya.
Proses pencarian butuh serenity dan juga kejernihan pikiran dan perasaan karena ini bukan proses yang sederhana. Lebih dari 1 tahun perjalanan saya dalam menapaki masa istirahat ini masih dengan meraba-raba ke arah mana saya akan pergi, masih belum tampak ada kejelasan. Sejauh ini yang saya lakukan adalah hal-hal yang saya sukai tanpa ada tujuan yang jelas hingga saya mulai bertanya-tanya, apakah pada periode kehidupan ini saya masih membutuhkan tujuan? Nah ini akn jadi proyek pencarian saya di tahun 2026. Setidak-tidaknya, seperti kalimat di awal obrolan saya hari ini, saya tahu apa yang telah saya lakukan tahun kemarin.
Foto credit: newsable.asianetnews.com
Kok relate sama tulisan saya barusan ya... Have a blessed year, blessed month, week, day... All the time... 🙏🏼😊🌿