Good morning! I hope your Spring semesters have been going well. I wanted to reach out to see if any of you knew anything about invoice # ... Yada yada yada...
Dear Jo, Thank you for completing your lab work. You may have seen your result already. The test measures your average blood sugar lever over the past 3 months. Your A1c results show that you are... Yada yada yada..
Hi Jo, your BUN is slightly elevated, which tells me you are midly dehydrated. Make sure you are drinking 2-3 liters water daily... Yada yada yada...
Not my day! Absolutely it's not my day! Yada yada yada...
Sepagian saya disibukkan dengan puluhan email yang bermunculan. Dari pekerjaan yang membuat wajah saya berkerut karena berbagai masalah sedang berlangsung. Email dari dokter, laboratorium bahkan dari staf perawat tidak mau kalah juga, mereka mengirimkan pesan sesudah hasil check darah saya keluar. Dan banyak lagi.
Olahraga ternyata sangat penting untuk kesejahteraan emosional. Beberapa hari saya bolos berolahraga karena sedikit mengalami cidera. Baru kemudian diketahui bahwa cairan tubuh saya rendah dan agak dehidrasi karena kurang minum sehingga otot-otot kurang fleksibel sehingga saya mudah cidera. Saya istirahatkan tubuh, banyak minum dan berharap tubuh kembali normal dan saya bisa melakukan aktifitas harian dengan baik. Tanpa olahraga, suntikan hormon bahagia saya agak defisit, jadi memang mood saya yang selalu bermasalah karena gangguan thyroid, mulai naik kepermukaan. Saya butuh dorongan untuk "bahagia" dan pagi ini sangat tidak mendukung.
Dalam kondisi Emotionally compromised, memang segala sesuatu menjadi rumit dan mudah membuat mood berubah-ubah. Satu email tentang masalah di pekerjaan menjadi bertumpuk-tumpuk saling berbalas karena menyangkut banyak pihak yang harus menanggulangi keruwetan itu. Ini membuat sangat lelah.
Untung saja tiba-tiba ada pesan singkat dari Nina yang minta tolong soal kendaraan. Saya punya pass untuk parkir di mana saja di seluruh kampus, jadi saya bisa bawa kendaraan sesudah mengantar Nina dan parkir dekat kantor. Saat itu jam sibuk, mahasiswa berlalu-lalang kadang membuat banyak kendaraan antri di persimpangan karena pejalan kaki sepertinya tidak terlalu peduli, mereka nyelonong saja terus menyebrang. Mengamati kondisi ini, saya lebih baik menyingkir. Sebentar lagi perkuliahan mulai dan jalanan dengan sendirinya akan sepi.
Saya bawa kendaraan keluar kampus dan ke pencucian mobil. Karena saya juga punya pass langganan untuk cuci mobil otomatis, saya langsung masuk gerbang dan membiarkan semua mesin otomatis bekerja. Saya cukup duduk di dalam kendaraan sambil merenung, berpikir sekaligus mendengarkan musik. Hanya butuh kurang dari 5 menit kendaraan sudah kinclong dan saya kembali ke kampus. Ini jadi semacam pengalihan yang ampuh dari keruwetan di tempat kerja. Dan Berhasil!
Mengenali pengaruh sekeliling ketika kondisi emosional terganggu memang sangat penting. Maksudnya di sini adalah being mindful of the influences around me! Mengenali kondisi buruk di sekitar, saya butuh sedikit mengambil jarak dan mengenali pengaruhnya terhadap diri saya kemudian mencari waktu untuk menenangkan diri dan mengambil waktu untuk hening. Dan semua hal yang yada yada yada itu bisa lewat tanpa berlarut larut.
Pada prinsipnya kita harus mampu menyeimbangkan diri. Mengurus dan memperhatikan kondisi kesehatan emosi dan fisik diri karena tanpa berusaha untuk mindful, kita akan dengan mudah tertarik dan terjerumus dalam kondisi yang tanpa sadar akan membuat kita secara berlarut-larut terjebak dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Buat apa kita berenang dalam arus yang keruh dan kotor jika kita bisa menyingkir sebentar lalu begitu keruwetan itu lewat kita kembali berenang? Nah ini butuh mindfulness.
Setiap orang pernah mengalami hari yang tidak menyenangkan. Kita harus mampu memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk check out, keluar dari keruwetan dan chill out, menenangkan diri. Saya lakukan di tempat cuci mobil. Hanya sejenak tapi memang butuh beberapa waktu untuk pergi dan pulang dari sana. Melepaskan diri dari situasi rumit walau hanya beberapa saat bisa kembali menyegarkan diri dan lebih aware dengan kondisi diri dan juga sekitar.
Terakhir, hidup memang begitu. Kadang di atas, kadang di bawah. Seringkali menyenangkan dan tidak jarang juga menyedihkan. Selama kita selalu mampu mengkondisikan diri untuk tidak terikat, tidak terjerumus, tidak terperangkap dan menjaga sense of non-attachment, maka kita akan baik baik saja sebab semuanya itu normal dan selalu dialami oleh semua orang. Saya bisa berkata,"Well, today is one of those bad days, tomorrow will be different! dan kita bisa melepaskan semua hal-hal yang negatif dari dalam diri kita.***
Foto: reflectionsfromaredhead.com
Saat semua terasa ruwet, yang saya butuhkan memeras keringat dari hasil jogging. Mungkin, dari sini asal frasa: lari dari kenyataan. Hahaa.. But for me, it's (REALLY) works. Lari (baca: kabur) sebentar, lalu kembali lagi dengan kondisi lebih baik.
Kl baca dr tulisan Pak Jo, setidaknya keruwetan yang dihadapi berbuah manis, yaitu mobil yg kembali kinclong.. 😁
Biasa saya memang olahraga Kak MJ, pulang olahraga saya biasa jadi manusia baru hahaha.. tapi badan lagi babakbelur jd ga bisa dibawa lari dari kenyataan
Terima kasih sharingnya. Langsung saya tagarkan #pengelolaan diri. Karena ini keren banget, mengenal dan mencari solusinya. Ini contoh nyata apa yang sedang banyak kita diskusikan bersama di Semi Palar tentang Literasi Diri.
Wah kak Andy pinter banget menyanjung. Terima kasih kak.