Penelusuran kali ini bukan penelusuran mencari tempat angker atau pun penelusuran mencari hantu. Kali ini kami melakukan penelusuran sekitar Braga untuk mencari spot atau hal baru yang kami dapatkan yang kebanyakan orang tidak ketahui. Hingga saat ini jalan Braga terkenal dengan spot tempat yang nyaman untuk berbincang sambil meneguk secangkir kopi hangat bersama keluarga, teman, apalagi bersama ayang. Jangan heran jika setiap malam jalan Braga ini dipadati banyak orang. Apalagi, banyak sekali anak hits Bandung yang nongkrong di beberapa tempat seperti coffee shop. Selain memiliki banyak tempat ngopi yang sangat cozy, jajanan kuliner khas Bandung pun sangat lengkap tersaji di sini. Telur gulung, Kue ape, Bandros, Cilung, bisa kalian cari di jalan Braga ini. Semua serba lengkap.
Kami mencoba menelusuri perkampungan persis di belakang Braga, ternyata ada jalan kecil yang bisa diakses melewati gang di samping toko kopi Djawa. Akses gang tersebut cukup luas namun kendaraan roda dua saja yang bisa masuk. Sepanjang penelusuran, tidak lupa kami untuk melakukan 3S yaitu senyum, salam, dan sapa ketika berpapasan dengan warga setempat. Banyak sekali hal yang kami pelajari salah satunya awareness dan peka terhadap sekitar. Bagaimana cara kita berinteraksi dengan warga, cara kita salam sapa kepada mereka. Warga pun sangat menerima dengan kehadiran kita dan warga tidak merasa risih dengan keberadaan kita di sana.
Penelusuran belum usai, kami mencoba untuk melakukan penelusuran di kawasan Alun-alun. Banyaknya gang di jalan Dalem kaum dan salah satu gang yang menuju ke situs pemakaman pendiri kota Bandung. Sesampai di sana terdapat gapura bertuliskan makam pendiri kota Bandung RA Wiranatakusumah II Bupati Bandung yang ke enam. Kami beristirahat sejenak, sembari mengamati situs pemakaman tersebut. Entah mengapa sekitar pemakaman itu terasa sangat dingin sekali dan berbeda ketika kami menyusuri gang sebelum ke tempat pemakaman tersebut.
Tidak sabar mendengar cerita Kak Tema setelah ini, karena Kak Tema lebih sensitif dibanding kami semua. Kami lanjut melakukan perjalan menuju jalan Braga lagi sembari mencari tempat istirahat. Kami sempat kebingungan memilih tempat karena? Kopinya mahal. Untung, kami semua peka jadi kami memilih beristirahat di salah satu café yang memiliki tempat yang unik dan menu kopi yang sangat special. Promo ngopi pagi mulai dari jam 7 hingga jam 10 pagi hanya 15k saja. Sambil beristirahat kami berdiskusi dan melakukan refleksi bersama agar kegiatan yang kami lakukan ini bisa mendapatkan sepetik makna. Refleksi pun selesai kami melanjutkan perbincangan seru sembari menikmati segelas kopi bersama-sama.